MARKET DATA

3.000-an Kapal Nelayan Rusak Disapu Banjir Sumatra Bakal Dibantu Ini

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
14 January 2026 15:42
Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). Dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan.  (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). Dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggoni membeberkan dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dari sektor kelautan dan perikanan, setidaknya ada 3.000 kapal nelayan, juga 30 ribu hektare wilayah yang terdampak.

"Ada lebih dari 3.000 kapal yang terdampak. Itu salah satu yang akan kita bantu, untuk bantuan kapal. Tapi kalau tambak sekitar 30.000 an (hektare)," kata Trenggono, saat acara Pelepasan Taruna KKP untuk Sumatra, di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Selasa (15/1/2026).

Trenggono, mengatakan bantuan yang diberikan KKP, fokus dalam perbaikan kapal dan pemberian bantuan kapal untuk nelayan tangkap. Selain itu fokus pada perbaikan tambak yang rusak. Adapun wilayah yang memiliki kerusakan kapal terbanyak berada di wilayah Aceh dan Sumatra Barat.

"kita nggak pakai insentif, recovery kan perbaikan infrastruktur untuk mereka berusaha kembali," kata Trenggono.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pembersihan lumpur menjadi salah satu masalah utama proses rehabilitasi pascabencana. Selain itu itu juga setidaknya ada 30.000 hektare tambak ikan yang mengalami rusak berat.

Sehingga tugas dari 1.142 taruna KKP yang dikirimkan ke wilayah bencana ini akan melakukan proses pembersihan lumpur dan juga mencari solusi dan melakukan perbaikan tambak yang rusak.

"Selain pembersihan tadi, mereka juga bisa mempraktikkan memulihkan tambak ikan yang (rusak) berat). Kemudian juga nelayan yang terdampak di sana. Sungai aliran sungai ini kan ilmu kelautan. Bagaimana teknis untuk membuat sedimen-sedimen ini bisa lancar, aliran-aliran yang lain, selokan yang perlu dialirkan," kata Tito.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)Foto: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hadiri Puncak Hari Guru, Prabowo Sampaikan Doa untuk Korban Bencana


Most Popular
Features