MARKET DATA

PGE Mulai Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai 3 Kapasitas 55 Mega Watt

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
14 January 2026 11:30
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 di Muara Enim, Sumatera Selatan, milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai dibangun. Pembangkit "hijau" ini ditargetkan rampung pada Desember 2024 mendatang. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 di Muara Enim, Sumatera Selatan, milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai dibangun. Pembangkit "hijau" ini ditargetkan rampung pada Desember 2024 mendatang. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) secara resmi memulai tahap eksekusi proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di wilayah Sumatera Selatan. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan kick-off meeting untuk membangun fasilitas energi bersih berkapasitas 55 megawatt (MW) tersebut.

Direktur Operasi PGE Ahmad Yani menegaskan bahwa proyek tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara penuh atau commercial operation date (COD) pada tahun 2030 mendatang. Pertemuan awal tersebut menjadi momentum krusial untuk memastikan kesiapan seluruh aspek teknis, perizinan, pendanaan, hingga pengelolaan risiko proyek berjalan lancar.

"Kick Off Meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, maupun pengelolaan risiko. Pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia kini memasuki fase yang semakin krusial, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RUPTL periode 2025-2034," ujar Ahmad dalam keterangan resminya dikutip Kamis (14/1/2026).

Tidak hanya menjadi ekspansi bisnis perusahaan, tetapi juga telah ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah yang tercatat dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas. Pengembangan tersebut mempertegas komitmen perseroan dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera yang terus meningkat.

"Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah. Selain itu, proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas. Melalui pengembangan ini, PGE menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang terus meningkat," tambahnya.

Inisiatif pembangunan Unit 3 ini merupakan kelanjutan langsung dari kesuksesan pengoperasian PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak Juni 2025 lalu. Penambahan kapasitas ini menjadi langkah konkret PGE dalam mengejar target kapasitas terpasang kelolaan mandiri sebesar 1 giga watt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan, serta target jangka panjang 1,8 GW pada 2033.

Selain kontribusi energi, pengembangan panas bumi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi negara dan daerah melalui efek berganda (multiplier effect). Tercatat sepanjang periode 2010-2024, sektor ini menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 21,43 triliun serta Dana Bagi Hasil (DBH) bagi daerah penghasil mencapai Rp 10,82 triliun pada periode 2019-2024.

Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi, serta tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Sudah Punya Pembangkit Listrik Panas Bumi 2,71 Giga Watt


Most Popular
Features