Video: Atasi Soal Utang , DPR Mau Merger 7 BUMN Karya Selesai H1-2026
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintahan Presiden Prabowo melalui Danantara tengah mendorong upaya penguatan kinerja perusahaan BUMN sektor konstruksi melalui program merger BUMN Karya yang tengah dihantam persoalan kerugian dan utang jumbo.
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H. Ganinduto mengatakan upaya pembenahan BUMN karya termasuk Hutama Karya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Properti Tbk (PPRO) hingga Brantas Abipraya, Nindya Karya dilakukan Danantara untuk mengatasi persoalan utang dan kerugian.
Selama 8 bulan terakhir Danantara telah melakukan proses merger 7 BUMN karya untuk dilebur menjadi 3 entitas sehingga kinerja dapat didorong untuk lebih baik hingga mencatatkan keuntungan dan diharapkan pada Semester I-2026 ini proses merger BUMN Karya akan selesai.
Selain persoalan utang dan kerugian, Komisi VI DPR RI mendorong penguatan bisnis hingga perbaikan SDM BUMN Karya agar dapat memperbaiki kinerja hingga mencetak keuntungan. Lalu seperti apa progres merger BUMN Karya? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H. Ganinduto dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 14/01/2026)