MARKET DATA

Harga CPO Melonjak 19% Lebih, Petani Sawit RI Langsung Happy?

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
12 January 2026 18:25
Seorang pekerja memuat tandan buah segar untuk didistribusikan dari tempat pengumpul ke pabrik CPO di Kabupaten Kampar di provinsi Riau, Indonesia, Selasa (26/4/2022). (REUTERS/Willy Kurniawan)
Foto: Seorang pekerja memuat tandan buah segar untuk didistribusikan dari tempat pengumpul ke pabrik CPO di Kabupaten Kampar di provinsi Riau, Indonesia, Selasa (26/4/2022). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) mengalami kenaikan pada 2025 dan turut memengaruhi harga tandan buah segar (TBS) sawit.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Sekretariat DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), rata-rata harga CPO Internasional Rotterdam sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 20.637 per kg, naik 19,65% jika dibandingkan rata-rata harga CPO Rotterdam di tahun 2024 sebesar Rp 17.247 per kg.

Harga CPO Rotterdam tersebut berdampak kepada kenaikan rata-rata harga CPO di Indonesia, dimana sesuai rujukan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.13/2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Sawit Produksi Pekebun Mitra, Indonesia memiliki harga CPO yang ditetapkan oleh KPBN dan Bursa CPO Indonesia ICDX.

Harga rata-rata tender KPBN pada 2025 sebesar Rp 14.261 per kg, naik 13,6% dibandingkan rata-rata harga CPO KPBN 2024 sebesar Rp13.199 per kg.

Harga rata-rata Bursa Indonesia CPO ICDX pada 2025 sebesar Rp 14.077 per kg, naik 5,72% dibandingkan rata-rata harga CPO ICDX 2024 sebesar Rp 13.372 per kg.

"Kenaikan harga CPO Rotterdam, harga KPBN dan harga Bursa Indonesia ICDX tersebut berdampak kepada harga TBS yang di tetapkan secara berkala oleh
Tim Penetapan Harga TBS di 25 Provinsi Penghasil Sawit," kata Ketua Umum Apkasindo Gulat ME Manurung dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Harga Petani di Bawah Ketetapan

Secara nasional, data pada 25 provinsi sawit tersebut menunjukkan Rata-rata harga TBS sepanjang 2025 sebesar Rp 2.974 per kg, naik 18,68% dibandingkan rata-rata harga TBS di sepanjang 2024 sebesar Rp 2.504 per kg.

Namun, kata Gulat, kondisi harga TBS di lapangan, lebih dari 90% petani kelapa sawit mendapatkan harga TBS dibeli PKS di bawah penetapan harga di tingkat provinsi.

"Terjadi disparitas harga yang lebih rendah mencapai Rp 300 per kg TBS untuk petani bermitra, sedangkan untuk petani swadaya (non mitra) rerata harga TBS nya Rp 750 per kg di bawah harga penetapan Disbun di 25 Provinsi Apkasindo. Hal ini disebabkan kemitraan, pengawasan dan pembinaan yang lemah," bebernya.

Apkasindo mencatat beberapa kebijakan pemerintah yang hadir sepanjang tahun 2025 menyebabkan terdongkraknya harga CPO dan harga TBS yaitu menaikkan bauran biodiesel dari B30 menjadi B40, dan Percepatan Hilirisasi Sawit terintegrasi sebagaimana tercantum pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 12 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Jadi Punya BBM "Baru" Tahun Depan? Ini Kata ESDM


Most Popular
Features