MARKET DATA
Internasional

Dunia Gonjang-ganjing 2026, Negara BRICS Kumpul Bersama Latihan Perang

tfa,  CNBC Indonesia
12 January 2026 17:40
Kapal perang negara-negara BRICS Plus tiba untuk latihan maritim bersama di perairan Afrika Selatan, Jumat (9/1/2026). (REUTERS/Esa Alexander)
Foto: Kapal perang negara-negara BRICS Plus tiba untuk latihan maritim bersama di perairan Afrika Selatan, Jumat (9/1/2026). (REUTERS/Esa Alexander)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan keamanan maritim global pada awal 2026, negara-negara BRICS menggelar latihan angkatan laut bersama yang dinilai krusial untuk menjaga stabilitas jalur laut strategis. Salah satu anggota inti BRICS, Afrika Selatan (Afsel), menegaskan latihan ini merupakan bagian dari agenda yang telah lama direncanakan, bukan respons atas langkah terbaru Amerika Serikat (AS).

Latihan angkatan laut bertajuk "Will for Peace 2026" resmi dimulai di lepas pantai Cape Town pada Sabtu. Kegiatan ini melibatkan Afsel bersama sekutu BRICS-nya, yakni Rusia, China, dan Iran, di tengah sorotan dunia menyusul aksi AS menyita kapal tanker minyak berbendera Rusia yang dituding melanggar sanksi Washington terhadap Venezuela.

Selain itu, AS juga dilaporkan menahan lima kapal tanker lain di kawasan Karibia sebagai bagian dari blokade angkatan laut terhadap negara Amerika Latin tersebut. Situasi ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik di laut lepas.

Wakil Menteri Pertahanan Afsel Bantu Holomisa, menegaskan latihan tersebut tidak terkait langsung dengan langkah AS. Ini telah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu.

"Jangan panik karena AS memiliki masalah dengan beberapa negara. Mereka bukan musuh kami," ujar Holomisa, dikutip Senin (12/1/2026).

Ia menambahkan, fokus utama Afsel adalah memperkuat kerja sama dengan negara-negara BRICS. Termasuk memastikan keamanan wilayah maritim.

"Prioritas kami adalah memastikan laut, terutama Samudra Hindia dan Atlantik, tetap aman," tegasnya.

Menurut laporan media setempat, Afsel, China, dan Iran mengerahkan kapal perusak dalam latihan ini. Sementara Rusia dan Uni Emirat Arab (UEA) diwakili oleh kapal korvet.

Negara BRICS lainnya, Brasil, Ethiopia, termasuk RI ikut ambil bagian sebagai pengamat. Latihan "Will for Peace 2026" dijadwalkan berlangsung hingga 16 Januari 2026 nanti.

Latihan ini sejatinya merupakan pengembangan dari latihan angkatan laut Mosi (Asap) edisi ketiga antara China, Rusia, dan Afsel yang semula direncanakan berlangsung pada November lalu di sekitar Cape Town. Namun, agenda tersebut sempat ditunda karena Afrika Selatan menjadi tuan rumah KTT G20.

Langkah BRICS ini dinilai sebagai sinyal konsolidasi di tengah dinamika global yang kian bergejolak. Termasuk isu retaknya solidaritas NATO dan meningkatnya rivalitas kekuatan besar di jalur-jalur laut utama dunia.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Antisipasi Tarif Trump, BRICS Perkuat Integrasi Dagang Anggota


Most Popular
Features