Produksi Batu Bara & Nikel Bakal Dipangkas, Ini Alasan Bahlil
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESMD) Bahlil Lahadalia memastikan akan memangkas produksi batu bara dan juga nikel pada tahun 2026 ini. Alasannya, supaya harga kedua komoditas tersebut bisa terangkat di pasar dunia.
"Jadi produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita. Bangsa ini harus berjalan terus, lingkungan kita jaga dan ini juga terjadi tidak hanya di batu bara termasuk nikel kita akan sesuaikan kebutuhan indsutri dan supply ore nikel kita," terang Bahlil dalam Konfrensi Pers Kinerja Sektor ESDM 2025, dikutip Jumat (9/1/2026).
Menteri Bahlil menaksirkan, bahwa paling tidak produksi batu bara di tahun ini hanya sekitar 600-an juta ton. "Kurang lebih 600 juta ton," ungkap Bahlil. Sebagaimana diketahui, pada tahun 2025, realisasi produksi batu bara mencapai 790 juta ton.
Namun sayangnya, Bahlil belum bisa menyampaikan angka pasti dari penurunan produksi nikel. Ia hanya bilang, produksi nikel akan disesuaikan dengan kebutuhan industri.
"Kami akan sesuaikan dengan kebutuhan industri dan kita akan bikin pemerataan, maksudnya industri-industri besar harus beli ore nikel dari pengusaha tambang. Jangan ada monopoli kita ingin perusahaan daerah kuat supaya ada kolaborasi, supaya hilirisasi berkeadilan. kita suppprt tapi harus berkolaborasi," tegas Bahlil.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]