FOODAGRI INSIGHT

Video: Jangan Lengah! Ini Tantangan RI Pertahankan Swasembada Beras

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
08 January 2026 11:01

Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026 mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan khususnya beras pada tahun 2025.

Agrifood Analyst CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta mengatakan capaian swasembada beras sejalan dengan rekor produksi beras yang mencapai 34,62 juta ton di 2025 jauh di atas capaian 2024 sebesar 31 juta ton. Kondisi ini juga tercermin dari stok beras di Bulog yang juga mencatatkan rekor sejak tahun 1980 dengan stok naik 2 kali lipat mencapai 4,62 juta ton.

Swasembada beras yang dicapai berhasil membuat Indonesia tidak lagi mengimpor beras meski pangan lain seperti jagung, kentang hingga sagu dan ubi jalar termasuk pangan untuk protein seperti kedelai dan daging. Di sisi lain capaian swasembada beras juga harus memperhitungkan kondisi stok beras yang harus dijaga kualitasnya tetap baik.

Ke depan, upaya menjaga capaian swasembada beras nasional harus terus dilakukan untuk memastikan produksi beras tetap terjaga. Hal ini terkait upaya pemerataan produksi beras didaerah non-unggulan hingga mitigasi terhadap perubahan cuaca hingga persoalan pupuk dan irigasi.

Emanuella Bungasmara Ega Tirta juga menyebutkan pentingnya pemanfaatan teknologi pertanian sebagai salah satu kunci penting bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem pangan dari hulu ke hilir demi target swasembada menuju ketahanan pangan nasional.

Seperti apa analisa terhadap capaian swasembada beras nasional? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Agrifood Analyst CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 08/01/2026)