MARKET DATA

Istana Bilang Dana Pemulihan Bencana Sumatera Capai Rp60 T

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
07 January 2026 07:25
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi saat menyampaikan konferensi pers di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih di, Hambalang, Jawa barat, Selasa (6/12/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi saat menyampaikan konferensi pers di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih di, Hambalang, Jawa barat, Selasa (6/12/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membagikan update terkini perihal alokasi dana pemulihan daerah bencana Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Menurut Prasetyo, alokasi anggarannya tengah dihitung dan diperkirakan akan mencapai sekitar Rp 53-60 triliun. Adapun, nilai ini diambil dari anggaran tahun ini. Hal ini diungkap Prasetyo di sela-sela Taklimat Awal Tahun Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

"Dengan masalah bencana kan sedang dihitung final dan diperkirakan kan akan mencapai angka Rp 53 sampai kurang lebih 60 triliun dan itu sudah dianggarkan di APBN 2026," ungkap Prasetyo.

Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan terkait dengan dana bencana ini terdiri dari dua jenis, yakni dana siap pakai dan dana pemulihan bencana. Dia menerangkan dana siap pakai itu adalah dana yang dialokasikan ke BNPB yang akan dipergunakan sewaktu-waktu bilamana terjadi keadaan darurat atau keadaan bencana.

Sementara itu, dana pemulihan berada di luar BNPB dan dialokasikan khusus dari APBN.

"Tetapi kalau berkenaan dengan proses pemulihan, rehabilitasi, maupun rekonstruksi dan pemulihan kembali seluruh fasilitas-fasilitas umum, itu ada alokasi di luar dana siap pakai. Artinya ada alokasi dari APBN tersendiri," katanya.

Mengenai dengan Satgas Bencana, Prasetyo menuturkan hal ini akan diputuskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article DPR Pertanyakan Alasan Pemangkasan Transfer ke Daerah Tahun Depan


Most Popular
Features