Efek Bencana, Aceh Cs Kena Inflasi Tertinggi Akhir 2025
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS), pada Senin (5/1/2026), melaporkan inflasi bulanan tertinggi terjadi di daerah bencana, yakni Provinsi Aceh. Inflasinya mencapai 3,6% pada Desember 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (BPS) Pudji Ismartini menuturkan inflasi yang meningkat dialami oleh provinsi yang terkena bencana hidrometeorologi, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sumatera Utara mengalam inflasi sebesar 1,66% dan Sumatera Barat 1,48%.
"Aceh, Sumut dan Sumbar inflasi Desember setelah deflasi di November. Tiga provinsi ini tingkat inflasi tertinggi pada Desember 2025. Penyebabnya adalah kenaikan harga komoditas akibat efek bencana pada akhir November 2025," papar Pudji dalam rilis BRS BPS, Senin (5/1/2026).
Di Aceh, inflasi utamanya didorong oleh beras sebesar 0,88% dan bahan bakar rumah tangga serta minyak goreng yang masing-masing inflasinya sebesar 0,26%.
Kemudian, inflasi di Sumatera Utara didorong oleh cabai rawit sebesar 0,41% dan bawang merah 0,24%. Sementara itu, BPS mencatat inflasi di daerah Sumatera Barat ditopang bawang merah 0,22% dan cabai rawit 0,18%.
Foto: Rilis BPS, Senin (5/1/2025). (Tangkapan layar youtube BPS Statistics)Rilis BPS, Senin (5/1/2025). (Tangkapan layar youtube BPS Statistics) |
[Gambas:Video CNBC]
Foto: Rilis BPS, Senin (5/1/2025). (Tangkapan layar youtube BPS Statistics)