MARKET DATA
INTERNASIONAL

Venezuela Dibom AS dan Maduro Ditangkap, KBRI Ungkap Kondisi WNI

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
03 January 2026 19:37
Helicopters fly past plumes of smoke rising from explosions, in Caracas, Venezuela, January 3, 2026 in this screen grab obtained from video obtained by Reuters. Video Obtained by Reuters/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. NEWS USE ONLY. THIS PICTURE WAS PROCESSED BY REUTERS TO ENHANCE QUALITY. AN UNPROCESSED VERSION HAS BEEN PROVIDED SEPARATELY.  VERIFICATION: - Mountains, towers and buildings match satellite and file imagery of Caracas  - Date verified by multiple corroborating videos of strikes on Caracas      TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: via REUTERS/VIDEO OBTAINED BY REUTERS

Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi Venezuela yang mendadak bergejolak usai klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal penangkapan Nicolás Maduro ikut menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Kementerian Luar Negeri RI memastikan negara hadir memantau kondisi di lapangan, terutama terkait keselamatan warga negara Indonesia.

"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Venezuela. Bersama seluruh perwakilan RI di kawasan, KBRI Caracas secara aktif memastikan kondisi dan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Venezuela," tulis Kemlu RI dalam akun resmi X.

Pemantauan tersebut dilakukan seiring meningkatnya eskalasi keamanan dan laporan aktivitas militer di sejumlah wilayah. Pemerintah menegaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan tidak ada WNI yang terdampak langsung oleh situasi tersebut.

"Saat ini, seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman," tulis Kemlu RI.

Asap mengepul di dekat Benteng Tiuna selama pemadaman listrik total, menyusul ledakan dan suara keras, di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di Caracas, Venezuela, 3 Januari 2026. REUTERS/Leonardo Fernandez ViloriaFoto: REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria
Asap mengepul di dekat Benteng Tiuna selama pemadaman listrik total, menyusul ledakan dan suara keras, di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di Caracas, Venezuela, 3 Januari 2026. REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria

Meski demikian, pemerintah tetap meminta kewaspadaan ditingkatkan mengingat kondisi di lapangan yang masih dinamis. Komunikasi antara WNI dan perwakilan RI juga diminta terus berjalan agar respons dapat dilakukan dengan cepat bila diperlukan.

"Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas."

Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela, Indonesia juga menegaskan posisinya dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai. Pemerintah menilai eskalasi militer hanya akan memperburuk situasi dan meningkatkan risiko bagi warga sipil.

"Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog, serta tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil," tulis Kemlu RI.

Lebih lanjut, Indonesia mengingatkan pentingnya menjaga tatanan global yang berbasis aturan. Prinsip hukum internasional dinilai harus tetap menjadi pijakan utama dalam menyikapi konflik antarnegara.

"Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB," tulisnya.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article AS Buka Perang Baru, Serang Kapal Negara Ini-11 Warga Sipil Tewas


Most Popular
Features