MARKET DATA

Bantuan Telat, Korban Banjir di Sibolga Menjarah Gudang Bulog

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
30 November 2025 13:20
Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Sibolga, Sumatra Utara. (Dok. TNI AD)
Foto: Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Sibolga, Sumatra Utara. (Dok. TNI AD)

Jakarta, CNBC Indonesia - Logistik bantuan yang datang terlambat karena wilayah yang terisolasi membuat puluhan warga korban banjir dan longsor di Sibolga, Sumatera Utara melakukan penjarahan di Gudang Bulog Sarudik.

Dalam video yang beredar, warga berebut masuk ke dalam Gudang Bulog Sarudik. Kemudian mereka membawa berkarung-karung beras, minyak goreng. Bahkan dalam video itu anak-anak juga ikut memikul karung beras yang dibawa dari dalam Gudang Bulog.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatra Utara, Budi Cahyanto membenarkan kejadian itu. Bencana banjir dan longsor yang terjadi telah menyebabkan korban jiwa serta banyak masyarakat kehilangan sanak saudara dan tempat tinggal.

Selain itu, kerusakan infrastruktur berupa jalan putus dan tanah longsor telah memutus jalur distribusi logistik menuju wilayah tersebut.

"Akibatnya, pasokan pangan tidak dapat diakses masyarakat selama kurang lebih tiga hari, memicu kondisi darurat kebutuhan pangan di wilayah Sibolga dan Tapteng," ujarnya, mengutip CNNIndonesia, Minggu (30/11/2025).

Sebelumnya penjarahan juga terjadi di sejumlah ritel modern di Kota Sibolga. Penjarahan berlanjut ke Gudang Bulog Sarudik.

Sebelum penjarahan terjadi, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Sibolga telah berkoordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk memastikan upaya pengamanan fasilitas Gudang Bulog Sarudik.

"Saat itu, personel dari Polsek dan Koramil setempat telah ditempatkan di area kompleks Gudang Sarudik. Namun fokus aparat saat itu lebih diprioritaskan pada penanganan korban dan penanggulangan pascabencana," ujarnya.

Seiring berkembangnya situasi dan meningkatnya potensi kerawanan, Pinca Bulog Sibolga telah meminta penambahan personel kepada Kodim dan Polresta Sibolga. Selain itu, koordinasi lanjutan dilakukan oleh Kantor Wilayah Bulog Sumut dengan Kodam dan Polda Sumut agar bantuan personel dapat tiba lebih cepat.

"Namun sebelum personel tambahan datang, secara tiba-tiba massa berkumpul di depan Gudang Bulog Sarudik Sibolga. Massa memaksa masuk dengan merobohkan pagar gerbang, merusak gembok gudang, dan mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang," urainya.

Aparat telah berupaya melakukan penghalauan namun massa tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan. Bulog Sumut, berupaya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait agar distribusi bantuan dapat segera dipulihkan dan situasi dapat kembali kondusif.

"Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan," ujar Budi.

Menurutnya saat ini Kanwil Bulog Sumut dan Bulog Sibolga masih dalam proses pendataan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil massa dari gudang. Komunikasi dengan tim lapangan juga mengalami kendala akibat gangguan sinyal di wilayah terdampak.

"Perhitungan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dalam proses pendataan. Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat yang terdampak," tutup Budi.

Tak hanya Gudang Bulog Sarudik Sibolga, penjarahan juga terjadi di Tapanuli Tengah. Masyarakat yang menjadi korban dan longsor di Tapteng menjarah sejumlah minimarket. Penjarahan terjadi lantaran logistik bantuan belum diterima oleh masyarakat yang menjadi korban bencana di Tapanuli Tengah.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ikut Kata Prabowo, Bulog Mau Bangun 100 Gudang-Ini Lokasinya


Most Popular