Kadin Imbau Warga Jaga Keamanan, Ricuh Demo Rugikan Ekonomi

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
30 August 2025 19:15
Massa demonstrasi di depan Polda Metro Jaya, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta pada Jumat (29/8/2025) malam terpantau ricuh. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Massa demonstrasi di depan Polda Metro Jaya, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta pada Jumat (29/8/2025) malam terpantau ricuh. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie memberikan sejumlah imbauan terkait demonstrasi yang berakhir ricuh selama beberapa waktu terakhir. Salah satunya dampak kondisi keamanan tidak kondusif membuat kegiatan ekonomi akan terganggu.

Dampaknya juga akan dialami oleh masyarakat. Anindya mendorong untuk menyuarakan aspirasi melalui dialog.

"Kadin mengimbau semua pihak untuk tenang. Kondisi ekonomi yang sedang sulit harus dihadapi bersama dengan menjaga sutuasi keamaman agar semua orang bisa kembali bekerja dan melakukan aktivitas. Selama situasi keamanan tidak kondusif, kegiatan ekonomi akan terganggu dan dampak buruk akan dialami juga oleh masyarakat. Jalan terbaik menyampaikan aspirasi adalah lewat dialog," jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (30/8/2025).

Kadin juga mendukung pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Termasuk imbauan untuk masyarakat tetap tenag dan percayay kepada pemerintah saat ini.

Selain itu imbauan waspada karena unsur-unsur yang ingin membuat huru-hara. Karena situasi yang kacau tidak akan menguntungkan masyarakat dan negara.

"Kepala negara juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada karena ada unsur-unsur yang selalu ingin terjadi huru-hara dan chaos. Presiden menyampaikan, situasi yang kacau tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, dan tidak menguntungkan bangsa Indonesia yang sedang membangun," kata Anindya.

Anindya juga meminta untuk memberikan pemerintah Prabowo kesempatan bekerja dan melakukan janji politiknya. "Ikut menjaga stabilitas keamanan adalah langkah konkret memberikan kesempatan Presiden dan pemerintahannya untuk bekerja," ungkapnya.

Dalam keterangan itu, para penyelenggara negara diumbau membuka dialog dengan kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Menurutnya dialog juga harus mengedepankan asas gotong royong.

Penyelenggara negara juga diminta bisa melakukan kebijakan, pernyataan, dan tindakan dengan memperhatikan kondisi riil masyarakat. Saat ini, dia menyebut psikologi masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi, pendapatan yang minim, biaya hidup meningkat, ketenagakerjaan yang sulit, serta kesenjangan sosial cukup lebar.

Tak lupa dia juga mengucapkan belasungkawa pada korban yang dilindas mobil Brimob Affan Kurniawan serta simpati pada keluarga korban. Begitu juga kepada Moh Umar Amirudin yang mendapatkan perawatan dalam insiden tersebut untuk diberi kesembuhan.

"Kadin mengajak semua pihak untuk saling percaya dan menjaga situasi keamanan agar tetap stabil. Tidak terpancing oleh berbagai isu yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Stabilitas keamanan adalah prasyarat pembangunan ekonomi. Tanpa stabilitas keamanan, kita tidak bisa membangun," pungkas Anindya.


(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Kadin Beberkan Senjata RI Hadapi Perang Dagang 2.0 Trump

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular