Baju Murah China Cuma Rp500 Mau Serbu RI, Ternyata Bukan Fenomena Baru

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
29 August 2025 21:25
Seorang penjual baju dari China memamerkan ribuan pieces paket baju murah siap kirim ke Indonesia yang ditayangkan melalui sosial media Tiktok. (Tangkapan Layar Tiktok/yinnijofq1n)
Foto: Seorang penjual baju dari China memamerkan ribuan pieces paket baju murah siap kirim ke Indonesia yang ditayangkan melalui sosial media Tiktok. (Tangkapan Layar Tiktok/yinnijofq1n)

Jakarta, CNBC Indonesia - Media sosial tengah diramaikan dengan beredarnya sebuah video dari Guangzhou, China, yang menampilkan tumpukan pakaian grosir yang disebut-sebut akan dikirim ke Indonesia.

Video yang diunggah akun TikTok @/yinnijofq1n (China Foreign Trade Clothing) itu menampilkan karung besar bertuliskan tujuan pengiriman ke sejumlah kota di Tanah Air, mulai dari Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Palembang, dan Medan.

Yang mengejutkan, harga kaos tersebut sangat murah. Satu potong kaos dihargai hanya sekitar Rp600-Rp700.

Bahkan, dalam salah satu video, si penjual menuliskan harga US$50 atau setara Rp824.250 (kurs penutupan perdagangan Jumat, 29/8/2025, menurut Refinitiv Rp16.485/US$) untuk satu bal berisi 2.000 pieces kaos wanita dengan tujuan Bandung. Artinya, harga per piece kaus tersebut hanya Rp412,125 atau tak sampai Rp500.

Di video lain, harga yang sama dicantumkan untuk 900 potong kaos wanita dengan tujuan Jakarta. Fenomena ini pun menuai perdebatan, terutama terkait nasib industri tekstil lokal yang makin sulit bersaing dengan banjir produk impor murah.

Pengusaha Tekstil Angkat Suara

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wiraswasta, menyebut fenomena ini bukan hal baru. Menurutnya, serbuan produk impor murah asal China sudah terjadi dalam dua tahun terakhir, atau sejak tahun 2023 lalu.

"Hal seperti ini sudah terjadi dalam 2 tahun terakhir. Jadi walaupun kita diberi insentif untuk melawan produk seperti itu, insentif yang diberikan akan sangat besar. Karena harganya bahkan sudah di bawah harga bahan baku," kata Redma kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/8/2025).

Ia menilai satu-satunya cara menahan gelombang impor murah adalah dengan kebijakan proteksi pasar.

"Jadi satu-satunya cara adalah perlindungan pasar, dimana sebelumnya kita punya safeguard garment, tapi tidak bisa diperpanjang. Makanya asosiasi memaksa untuk merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 8/2024, agar ada perlindungan melalui kuota impor. Meskipun efektivitasnya akan sangat bergantung pada besaran kuota impor yang dikeluarkan oleh pemerintah," jelasnya.

Perlu diketahui, melalui paket deregulasi, pemerintah telah merevisi Permendag 8/2024 menjadi Permendag 17/2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor Tekstil dan Produk Tekstil. Regulasi ini sebelumnya beberapa kali diubah, mulai dari Permendag 36/2023, lalu direvisi menjadi Permendag 3/2024, diubah lagi menjadi Permendag 7/2024, hingga terakhir Permendag 8/2024.

Redma pun menganggap revisi pada beleid baru ini sudah lebih baik dibandingkan aturan yang sebelumnya. "Permendag 17/2025 revisinya sudah cukup baik, tinggal pelaksanaannya saja yah masih diragukan," ucap Redma.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana, juga menyuarakan kekhawatirannya. Ia menegaskan, serbuan produk pakaian jadi asal China sudah dikeluhkan sejak lama.

"Sejak 2019, API sudah mengeluhkan banjir impor produk jadi dari China. Ditambah lagi dengan lahirnya Permendag 8/2024," kata Danang.

Meski pemerintah telah melahirkan aturan baru, ia tetap berharap ada tindakan lebih tegas. "Harapan kita, pemerintah lebih tegas membendung produk jadi impor itu, meskipun Permendag 17/2025 sudah dilahirkan dan akan berlaku pada September ini," tegasnya.

Menurut Danang, ada tiga faktor yang membuat barang-barang murah asal China begitu deras masuk ke Indonesia. Diantaranya, China mengalami over supply yang sangat besar, terjadinya perang dagang antara China dengan Amerika Serikat (AS), serta Indonesia yang dinilai sangat rentan dimasuki produk jadi asal China lantaran kebijakan proteksinya yang seakan lenyap.

"Barang-barang China murah yang diekspor ke Indonesia itu kan karena tiga sebab. Pertama, China sedang mengalami over supply sangat besar, karena teknologi manufaktur mereka yang sangat maju. Kedua, terjadinya perang dagang, geopolitik yang sedang mencari keseimbangan baru. Ketiga, Indonesia sangat rentan dimasuki produk jadi dari China, kebijakan protektifnya sudah hilang ke laut," jelasnya.

Seorang penjual baju dari China memamerkan ribuan pieces paket baju murah siap kirim ke Indonesia yang ditayangkan melalui sosial media Tiktok. (Tangkapan Layar Tiktok/yinnijofq1n)Foto: Seorang penjual baju dari China memamerkan ribuan pieces paket baju murah siap kirim ke Indonesia yang ditayangkan melalui sosial media Tiktok. (Tangkapan Layar Tiktok/yinnijofq1n)
Seorang penjual baju dari China memamerkan ribuan pieces paket baju murah siap kirim ke Indonesia yang ditayangkan melalui sosial media Tiktok. (Tangkapan Layar Tiktok/yinnijofq1n)

(Martyasari Rizky/dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article E-Commerce Jalan Masuk Impor Pukul UMKM RI, Ini Rencana Menteri Maman

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular