Internasional

AS-China Panas di LCS, Prabowo Minta Selesaikan Secara Damai

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
22 May 2020 17:22
Menhan Prabowo dan Menhan UEA, Mohammed Al Bawardi merampungkan perjanjian kerjasama pertahanan antar kedua negara, perbincangan dilakukan scr informal di gurun pasir luas sambil melepas Elang berburu. (Twitter/Dahnilanzar
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Indonesia Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo mengadakan pembicaraan via telepon dengan Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono, 19 Mei 2020.

Selain bertukar pandangan perihal peran Kemenhan masing-masing negara dalam merespons pandemi Covid-19, Prabowo dan Taro juga membicarakan masalah keamanan regional. Isu Laut China Selatan dan Laut China Timur masuk dalam konteks ini. Belakangan, suasana di LCS kian panas lantaran aksi unjuk gigi AS dan China.

"Menteri Prabowo menyatakan posisi Indonesia bahwa masalah klaim teritorial harus diselesaikan secara damai tanpa menggunakan kekerasan untuk menjaga stabilitas sesuai dengan tatanan internasional," tulis Kemenhan Jepang seperti dikutip CNBC Indonesia, Jumat (22/5/2020).


"Menteri Kono juga menyatakan bahwa Jepang sangat menentang upaya untuk secara sepihak mengubah status quo dengan paksa dan kegiatan apapun yang menambah ketegangan."

Lebih lanjut, kedua menteri juga bertukar pandangan tentang kerja sama antara Jepang dan Indonesia.

Kono menyatakan, di tengah pandemi Covid-19, kedua negara penting menjaga postur pertahanan kedua negara dan memperkuat kerja sama pertahanan bilateral untuk terus mengejar sinergi "ASEAN Outlook on the Indo-Pacific" yang dirilis ASEAN tahun lalu dan konsep Jepang terkait "Free and Open Indo-Pacific".



Berikut adalah tiga kesepakatan yang dicapai Kono dan Prabowo terkait Covid-19:

Pertama, berbagi informasi, pengetahuan, dan pelajaran yang diperoleh tentang langkah-langkah yang diambil oleh otoritas pertahanan untuk mengatasi Covid-19 pada tahap paling awal

Kedua, perlunya berbagi ancaman berdasarkan keadaan saat ini dan dampak potensial dari penyebaran Covid-19 terhadap kebijakan pertahanan masing-masing negara

Ketiga, mempromosikan kerja sama dan pertukaran pertahanan yang giat, termasuk pertemuan "2+2" secepat mungkin untuk menegakkan dan memperkuat "Free and Open Indo-Pacific" seraya menjaga komunikasi antara Kemenhan Jepang dan Kemenhan RI.

[Gambas:Video CNBC]





(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading