Era Covid-19, Transaksi Digital Banking Meroket 68%

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
19 May 2020 17:06
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). (Youtube Kemenkeu RI)
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran virus corona atau Covid-19 masih terus meluas tak terkecuali di Indonesia. Hal ini membuat perekonomian mengalami kontraksi yang signifikan.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini, ternyata transaksi keuangan secara digital yakni digital banking mengalami pertumbuhan yang sangat cepat hingga 60,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Tak hanya itu, transaksi uang elektronik juga tumbuh tinggi sebesar 67,9% pada Maret 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu.


"Kedua perkembangan terakhir ini dipengaruhi meningkatnya transaksi ekonomi dan keuangan digital (EKD) di era pandemi Covid-19," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melalui teleconference, Selasa (19/5/2020).

Sementara itu, transaksi non tunai menggunakan ATM, Kartu Debit hingga Kartu Kredit mengalami penurunan 4,7% pada Maret 2020. Hal ini sejalan dengan melambatnya aktivitas ekonomi karena kebijakan sosial distancing dan PSBB yang ditetapkan pemerintah akibat Covid-19.

Perry menjelaskan, ke depan BI akan terus meningkatkan peran Sistem Pembayaran dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi di periode pandemi Covid-19. Oleh karenanya, BI akan terus mendorong digitalisasi layanan keuangan dengan memperluas akses dan literasi keuangan melalui pembayaran digital.


"Sebagai persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri, BI terus memperkuat kesiapan operasional, kelancaran, keamanan, dan keandalan Sistem Pembayaran," jelasnya. (dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading