Diam-diam, Sudah 4 Hari Kasus Corona di Depok Tak Bertambah!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
05 May 2020 17:05
Pengunjung mengugunakan transportasi KRL di Stasiun Tujuan Bogor-Jakarta Kota, Kamis,12/3/2020. Paparan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait risiko penyebaran virus corona yang menyebabkan Covid-19 via transportasi salah satunya KRL commuterline rute Bogor-Depok-Jakarta Kota berisiko tinggi menjadi area penyebaran virus corona terbesar. Beberapa penumpang juga menggunakan masker guna antisipasi penyebaran virus. Pantauan CNBC Indonesia Penumpang yang telah menumpuk mulai berjalan merangsek mendekati arah datangnya kereta. Jam-jam sibuk kendaraan umum dimana banyak para pekerja yang memulai aktivitasnya sehingga terlihat tidak ada tempat untuk bergerak.   (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia semakin menunjukkan tanda perlambatan. Bahkan di area berstatus hotspot seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, kasus baru virus corona tidak lagi melonjak signifikan.

Secara nasional, data Kementerian Kesehatan menyebut jumlah pasien corona di seluruh Indonesia per 4 Mei 2020 adalah 11.987 orang. Bertambah dibandingkan posisi per hari sebelumnya yang sebanyak 11.192 orang.

Meski masih ada kenaikan, tetapi laju pertumbuhan hariannya terjaga stabil rendah. Rata-rata pertumbuhan pasien baru sepanjang 2 Maret-4 Mei adalah 17,25%. Namun sejak 13 April, laju pertumbuhannya terus berada di kisaran satu digit.


Artinya, puncak pandemi virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini mungkin sebentar lagi sudah terlihat. Setelah melalui puncak, maka jumlah pasien baru akan berkurang.




Kasus corona terbanyak di Indonesia berada di Jabodetabek. Di Jakarta saja, sudah ada 4.463 orang pasien positif corona, hampir 40% dari total nasional.

Wajar saja, Jabodetabek adalah wilayah dengan interaksi yang intens di antara jutaan orang. Karyawan, pelajar, mahasiswa, wirausahawan, sampai pusat pemerintahan ada di sana.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, 11,1% dari 29,3 juta penduduk Jabodetabek yang berusia lima tahun ke atas adalah pengelaju atau komuter. Artinya domisili dan tempat beraktivitas berbeda kota, dan setiap hari harus bolak-balik.

Oleh karena itu, virus akan sangat mudah menyebar seiring tingginya intensitas interaksi dan kontak antar-manusia di Jabodetabek. Jutaan orang bolak-balik setiap harinya, yang tentu sangat memudahkan penyebaran virus. Tidak heran kawasan ini menjadi hotspot.

komuterBadan Pusat Statistik


Penyebaran Corona di Jabodetabek Melambat
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading