Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Ini Dampak THR PNS Tak Dibayar

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
07 April 2020 10:46
Pemerintah sedang mengkaji pembayaran THR dan Gaji Ke-13 untuk para PNS
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sedang mengkaji pembayaran THR dan Gaji Ke-13 untuk para PNS, karena beratnya beban ekonomi negara. Sejumlah ekonom memandang, apabila dua hal tersebut ditunda untuk diberikan malah akan memperburuk ekonomi Indonesia di tahun ini.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, sangat disayangkan apabila pemerintah meniadakan gaji ke-13 dan THR tahun ini, di tengah himpitan wabah covid-19.

Padahal, pemerintah juga sudah memutuskan akan melebarkan defisit APBN 2020 hingga 5,07% dari Produk Domestik Bruto (PDB).


"Pemerintah jangan tanggung. Pelebaran defisit sudah bisa dipastikan, tambahan sedikit untuk membayar THR dan gaji ke-13 tidak akan memperburuk defisit yang sudah diputuskan lebih besar," kata Piter kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2020).

Tujuan pemberian THR dan gaji ke-13 ini, lanjut Piter justru akan sangat berguna dalam mempertahankan konsumsi rumah tangga untuk menjaga perekonomian.

"Sangat disayangkan kalau pemerintah meniadakan gaji ke13 dan THR justru di tengah himpitan wabah covid-19," ujarnya.

Senada, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, apabila adanya penundaan sampai tidak diberikannya THR dan Gaji ke-13 kepada PNS, dampaknya akan signifikan ke daya beli masyarakat.

Mengingat aliran THR dan gaji ke-13 merupakan momentum yang hanya terjadi satu kali dalam setahun. Dampaknya bisa membuat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar.

"Kalau tahun ini ada penundaan, konsumsi sepanjang tahun akan sangat rendah. Saya khawatir bisa memicu PHK yang lebih masif lagi khususnya di UMKM daerah," kata Bhima.

Apabila uang THR ditunda, peredaran uang pasca lebaran akan terkonsentrasi di Jabodetabek saja. Lagi pula, lanjut Bhima, seharusnya pemerintah bisa melihat bahwa pemberian THR dan Gaji ke-13 ini bisa berguna bagi ekonomi di daerah.

"Setidaknya PNS yang tidak mudik kan bisa transfer ke keluarga di daerah. Jadi ada aliran uang ke daerah yang masif," ujarnya.

Menelisik data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak 2017 sampai 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia paling besar ditopang oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga. Secara berturut-turut sejak 2017-2019 andil pertumbuhan ekonomi dari pengeluaran konsumsi rumah tangga, yaitu 2,69%, 2,74%, dan 2,73%.

Adapun pertumbuhan ekonomi pada 2019 tumbuh 5,02%, ditopang dengan pertumbuhan investasi dan konsumsi rumah tangga yang melambat. Konsumsi rumah tangga turun dari 5,05% pada 2018 menjadi 5,04% pada 2019. Kontribusinya kepada pertumbuhan ekonomi sebesar 56,62%.



[Gambas:Video CNBC]







(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading