Jelang Mudik, Baru 45% dari 3445 SPBU di Jamali Sedia Premium

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
04 June 2018 13:35
Dari 3445 SPBU milik Pertamina yang berada di sepanjang Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), baru sekitar separuhnya yang bisa menjual bensin premium.
Jakarta, CNBC Indonesia- Dari 3445 SPBU milik Pertamina yang berada di sepanjang Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), baru sekitar separuhnya yang bisa menjual bensin premium. Padahal, musim mudik tinggal menghitung hari.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebut saat ini terdapat 1519 penyalur premium eksisting di Jamali dari 3445 SPBU yang ada. Semula, pemerintah menargetkan angka penyalur ini bisa dikerek lebih tinggi dengan mewajibkan 571 SPBU untuk kembali sediakan premium.




Tetapi, hingga saat ini baru 28 dari 571 SPBU yang sudah siap jualan bensin RON 88 lagi. Dengan begini, jumlah pom bensin yang sedia premium mencapai 1547 atau sekitar 45% dari jumlah pom bensin yang ada. "1.519 penyalur premium eksisting ditambah 28 penyalur premium tambahan," ujar Anggota BPH Migas M. Ibnu Fajar di kantornya, Senin (4/06/2018).

Ibnu masih optimistis target 571 SPBU bakal terkejar, dan jumlah pom bensin penyedia premium di Jamali bisa mencapai 2090 pom atau sekitar 60,6% dari seluruh SPBU yan ada di Jamali.

Meski tampaknya pemerintah masih terseok-seok untuk mengejar target penyalur, Ibnu memastikan pasokan bensin untuk para pemudik tetap aman. "Kami harap ketika mudik tidak ada shortage di SPBU maka kami tugaskan Pertamina salurkan masing-masing 8.000 liter, karena premium itu kebanyakan dipakai motor," ujar Ibnu.

Ibnu melanjutkan, untuk wilayah non Jamali, dari jumlah SPBU Pertamina sebanyak 2.777 unit, sebanyak 2.403 SPBU menyalurkan premium dan hanya 374 SPBU lainnya tidak menyalurkan premium.

"Cadangan operasional BBM secara nasional selama masa posko Hari Raya Idul Fitri 2018 rata-rata untuk BBM jenis gasoline 23 hari, gasoil 20 hari, kerosene 52 hari dan avtur 27,5 Hari. Sedangkan untuk cadangan harian LPG berada pada angka 17,7 hari," terang Ibnu.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading