Video: Bukan Soal Tren Bisnis, Bankir Ungkap Manfaat "Sustainability"
Jakarta, CNBC Indonesia- Bank DBS Indonesia meluncurkan riset bertajuk "The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks" yang mengkaji pergeseran lanskap berkelanjutan Indonesia dari agenda kepatuhan menuju strategi ketahanan ekonomi dan daya saing bisnis utamanya di 5 sektor yakni Energi, Energi Terbarukan, dan Infrastruktur; Teknologi, Media, dan Telekomunikasi; Pangan dan Agribisnis; Kesehatan dan Farmasi; serta Logam dan Pertambangan.
Executive Director Head of Large Corporates & ESG Lead, IBG, Bank DBS Indonesia, Ello Hanson menyebutkan Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan Tenggara Strategic sebagai knowledge partner dalam meluncurkan riset yang ditujukan untuk memahami apakah ada pergeseran sustainability mindset di 5 sektor bisnis Utama.
Hasilnya didapat perubahan 'mindset' pelaku industri di 5 sektor dari pelaksanaan lanskap keberlanjutan dari tujuan kepatuhan menjadi hal penting bagi masa depan bisnis.
Perbankan dalam pembiayaan bisnis berkelanjutan tetap mempertimbangkan 2 faktor penting yakni apakah proyek berkelanjutan terkait benar-benar berkelanjutan dalam hal cash flow serta pemenuhan sejumlah kriteria sustainability. Bank DBS Indonesia mencatat sejumlah faktor yang membuat proyek berkelanjutan tidak bisa dibiayai oleh perbankan yakni rekam jejak keberhasilan proyek terkait sehingga bisa ditelusuri keberlanjutan bisnisnya.
Seperti apa perbankan melihat prospek dan tantangan pembiayaan proyek berkelanjutan? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Executive Director Head of Large Corporates & ESG Lead, IBG, Bank DBS Indonesia, Ello Hanson dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 12/10/2026)