4 Cara Atur Keuangan Gaji UMR Supaya Tetap Bisa Menabung

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
04 October 2026 12:30
Ilustrasi dana darurat (Freepik)
Foto: Ilustrasi dana darurat (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Biaya hidup yang terus meningkat membuat pekerja bergaji UMR harus semakin cermat mengatur keuangan. Meski ruang finansial terbatas, menabung hingga investasi tetap bisa dilakukan dengan strategi yang tepat.


Perencana keuangan bersertifikasi Aline Wiratmaja mengatakan gaji UMR tetap dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menyiapkan dana masa depan. Kuncinya adalah memetakan pengeluaran dan membedakan kebutuhan dengan keinginan.


1. Buat Rincian Kebutuhan Hidup


Aline menyarankan pekerja terlebih dahulu membuat daftar pengeluaran secara rinci, mulai dari tempat tinggal, transportasi, makan sehari-hari, pengembangan diri hingga investasi.


"Petakan dulu pos-pos pengeluaran utama, yaitu akomodasi, transportasi, biaya operasional sehari-hari, kemudian biaya pengembangan diri dan investasi. Meskipun gaji UMR, jangan sampai lupa investasi," jelas Aline.


Untuk perlindungan kesehatan, pekerja juga perlu memastikan perusahaan menyediakan BPJS Kesehatan maupun asuransi tambahan. Sementara itu, pilihan tempat tinggal dan transportasi sebaiknya disesuaikan dengan lokasi kerja agar biaya tidak menguras sebagian besar penghasilan.


2. Utamakan Kebutuhan, Bukan Keinginan


Menurut Aline, pekerja bergaji UMR harus mampu mengesampingkan ego dan tidak memaksakan gaya hidup di luar kemampuan. Salah satunya dengan memilih tempat tinggal yang sederhana tetapi mudah diakses dari kantor.


"Bagi anak rantau yang ingin mencari kos-kosan, kita harus mencari tempat yang tidak menghabiskan gaji dengan besar. Tinggal di kos gang kecil dekat wilayah perkantoran tidak masalah, asalkan cukup untuk beristirahat karena tujuan utama adalah ingin menekan cost," papar Aline.


Kontrol pengeluaran juga perlu diterapkan dalam kehidupan sosial. Pekerja dapat membatasi ajakan berkumpul atau pengeluaran hiburan yang tidak mendesak agar pengeluaran tetap sejalan dengan pemasukan. "Saya dulu saat gaji UMR (melakukan hal) seperti itu," ungkapnya.


3. Bentuk Kebiasaan Menabung


Menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar. Aline menyarankan pekerja bergaji UMR membangun kebiasaan tersebut secara bertahap dan konsisten.


"Mulai menabungnya dari 3 persen dulu, enggak apa-apa 3 persen dari gaji dulu. Mulai dari itu dulu untuk membentuk kebiasaan menabungnya, jangan melihat nominalnya. Intinya adalah konsisten," tegas Aline.


4. Konsisten dalam Mengembangkan Kemampuan Diri


Selain menekan pengeluaran, pekerja juga perlu meningkatkan kemampuan agar memiliki peluang memperoleh penghasilan lebih tinggi. Pengembangan keterampilan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk mendukung kenaikan jenjang karier dan pendapatan.


"Terus meningkatkan keterampilan untuk menghasilkan pendapatan," tutup Aline.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Direktur Finance BRI Imbau Generasi Muda Bijak Kelola Uang


Most Popular
Features