Video: Jawab Keraguan MSCI, BEI Sudah Jalankan 4 Inisiatif
Jakarta, CNBC Indonesia- Semester pertama tahun 2026 menjadi periode bisnis yang penuh tantangan bagi Bursa saham Indonesia. Sejumlah sentimen disebut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik membayangi pasar saham RI mulai dari gejolak perang Timur Tengah, penilaian penyedia indeks dan data pasar saham global MSCI hingga lembaga pemeringkat kredit utang termasuk S&P.
Di tengah berbagai tantangan ini, Bursa saham Indonesia disebut Jeffrey Hendrik juga mencatatkan sejumlah pencapaian, termasuk pendalaman pasar yang terus berjalan, pertumbuhan demand terus tumbuh dengan penambahan jumlah investor mencapai 40% dan nilai transaksi tumbuh di atas 30%.
Dalam menjawab tantangan dan perhatian MSCI-FTSE, BEI sudah melaksanakan 4 inisiatif terkait peningkatan transparansi saham hingga mengeluarkan aturan minimum free float yang harus dipenuhi emiten dan penerbitan aturan High shareholding concentration (HSC).
Di sisi lain, BEI meyakinkan kepada para pelaku pasar dan investor untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan baik melalui penerbitan saham namun juga dapat melalui penerbitan obligasi
Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 28/07/2026)
Add
source on Google