BNI Bagikan Ilmu Atur Cash Flow ke Generasi Muda
Yogyakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memberikan edukasi seputar keuangan dalam rangkaian Jogja Financial Festival 2026. Mengangkat tema "Financial Management for Sustainable Growth", para peserta yang hadir begitu antusias mendapatkan ilmu mengatur keuangan dari ahlinya.
Di tengah tren investasi yang semakin populer di generasi muda, Brand Manager UGM Branch Office BNI, Diah Charmaningtyas menjelaskan, permasalahan krusial generasi muda ini bukan hanya kurangnya penghasilan, melainkan juga keterbatasan kemampuan dalam mengelola cash flow.
Dengan kata lain, generasi muda ini seharusnya bisa menghitung berapa besar persentase pengeluaran dari pemasukan yang didapatkan. Dalam hal ini, perlu dilakukan budgeting atau penganggaran agar uang yang dipegang tidak langsung habis semua, bahkan bisa ditabung maupun investasi.
"Sisanya masih bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari, sisanya masih bisa digunakan untuk melakukan pembayaran ke kewajiban-kewajiban. Nah, dari sisanya itu berapa persen sih yang harus disaving itu juga jangan lupa ditentukan. Kadang-kadang cuma mikir berapa saving rasionya, tapi lupa inserting saving rasio yang harus disisihkan setiap bulannya," ungkap Diah dalam sesi Edu Class "Financial Management for Sustainable Growth", ditulis Minggu (24/5/2026).
Di samping itu, ia juga menyampaikan soal dampak doom spending yang tengah marak di kalangan generasi muda. Doom spending sendiri adalah kebiasaan belanja impulsif karena merasa stress, cemas, capek, atau khawatir dengan masa depan yang tidak pasti pasti.
"Kalau kita belanja secukupnya, kita manage emosional kita, kita akan bisa mengarah ke financial management yang sustain," jelasnya.
Sebaliknya, jika tidak bisa mengatur keuangan maka kondisi, cash flow pribadi akan berantakan. Hal ini tentunya harus dihindari karena setiap orang harus bertanggung jawab terhadap pemasukan dan pengeluaran keuangannya sendiri.
Lebih lanjut, Diah juga menekankan kepada para peserta Edu Class untuk selalu membuat perencanaan dengan menggunakan life goals. Sebagai contoh, jika ingin membeli sesuatu harus direncanakan juga keuangannya, memantau berapa uang yang dimiliki dan yang akan dikeluarkan, serta tujuan dari pembelian barang tersebut.
Dengan begitu, setiap orang bisa memenuhi kebutuhan yang diinginkannya tanpa harus khawatir dompetnya boncos. Sebab, setiap barang atau jasa yang dibeli diperlukan perencanaan terlebih dahulu.
source on Google [Gambas:Video CNBC]