7 Biaya Tersembunyi Setelah Beli Rumah, Siapkah Anda?

Dany Gibran,  CNBC Indonesia
03 March 2026 11:53
Ilustrasi pintu depan rumah. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi pintu depan rumah. (Dok. Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Membeli rumah sering dianggap sebagai pencapaian finansial terbesar dalam hidup.

Karena kebanyakan orang hanya terpaku pada satu angka utama: cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Padahal, setelah akad selesai dan kunci diterima, justru fase pengeluaran yang lebih kompleks dimulai.

Berbagai biaya tambahan ini bisa mengganggu arus kas dan memicu kondisi keuangan yang tidak sehat jika tidak direncanakan dari awal.

Berikut gambaran biaya pasca pembelian rumah yang kerap luput dari perhatian.

Renovasi Rumah

Rumah baru bukan berarti tanpa masalah. Setelah ditempati, biasanya mulai terlihat detail yang sebelumnya tak terasa: plafon bocor saat hujan deras, retak rambut pada dinding, saluran air kurang lancar, hingga pintu yang tidak presisi.

Meski pengembang umumnya memberi masa garansi 3-6 bulan, tidak semua kerusakan tercakup dalam perjanjian.

Sebagai patokan aman, siapkan dana sekitar 5% dari harga rumah untuk kebutuhan renovasi awal. Untuk rumah seharga Rp500 juta, artinya perlu cadangan sekitar Rp25 juta.

Dana ini bisa digunakan untuk perbaikan minor sekaligus kebutuhan tambahan seperti kanopi, pagar, atau perbaikan sistem drainase.

Furnitur dan Elektronik

Rumah yang kosong tentu belum bisa langsung ditempati dengan nyaman. Anda tetap membutuhkan tempat tidur, lemari, sofa, meja makan, kulkas, mesin cuci, kompor, kitchen set, AC, hingga televisi yang semuanya termasuk kebutuhan dasar yang sulit untuk ditunda.

Secara realistis, total belanja kebutuhan ini dapat mencapai 20-30% dari harga rumah, tergantung gaya hidup, kualitas barang yang dipilih, serta konsep interior yang diinginkan.

Jika harga rumah Rp500 juta, misalnya, maka biaya tambahan untuk pengisian rumah bisa menyentuh Rp100-150 juta.

Biaya tersebut sebenarnya bisa ditekan. Caranya antara lain dengan membeli secara bertahap sesuai prioritas, memanfaatkan promo atau diskon musiman, serta memilih konsep interior minimalis yang lebih fungsional dan efisien.

Biaya Operasional Bulanan

Setelah rumah dihuni, pengeluaran rutin bulanan menjadi kewajiban tetap. Listrik dan air adalah dua komponen yang sering mengalami kenaikan seiring bertambahnya penghuni dan perangkat elektronik.

Tanpa perhitungan matang, pengeluaran rutin ini dapat mempersempit ruang keuangan untuk tabungan maupun investasi.

Perawatan AC

AC hampir menjadi kebutuhan standar di rumah modern. Namun perawatannya sering dilupakan.

Idealnya, AC dibersihkan setiap tiga hingga empat bulan agar tetap dingin optimal, lebih hemat listrik, dan tidak cepat rusak.

Biaya jasa cuci AC berkisar Rp75 ribu-Rp150 ribu per unit. Jika memiliki dua unit AC dengan biaya rata-rata Rp100 ribu dan dibersihkan tiga kali setahun, totalnya sekitar Rp600 ribu per tahun.

Dengan tiga unit, angkanya bisa mendekati Rp1 juta. Biaya ini terlihat kecil, tetapi jika diabaikan dan AC rusak berat, pengeluaran bisa jauh lebih besar.

Pajak dan Iuran Lingkungan

Setiap pemilik rumah wajib membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun. Besarnya bergantung pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), luas tanah dan bangunan, serta lokasi properti.

Selain itu, ada iuran lingkungan atau pengelolaan perumahan.

Di kawasan cluster dengan sistem one gate atau fasilitas tambahan, biayanya bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp500 ribu per bulan. Dalam setahun, nominalnya tentu signifikan.

Perawatan Jangka Panjang

Rumah bukan aset yang bebas biaya. Setelah tiga hingga lima tahun, biasanya muncul kebutuhan seperti pengecatan ulang, perbaikan atap, penggantian pompa air, atau servis instalasi listrik.

Idealnya, pemilik rumah menyisihkan 1-3% dari nilai properti per tahun untuk perawatan. Pada rumah Rp500 juta, minimal Rp5 juta per tahun perlu disiapkan.

Asuransi dan Dana Darurat Khusus Rumah

Untuk pembelian melalui KPR, biasanya sudah termasuk asuransi kebakaran dan asuransi jiwa debitur. Beberapa bank juga menawarkan perlindungan tambahan seperti asuransi gempa. Walau sering dibayar di awal atau digabung dalam kredit, biaya ini tetap bagian dari total kepemilikan rumah.

Selain itu, penting memiliki dana darurat khusus untuk cicilan rumah.

Idealnya tersedia cadangan 3-6 bulan cicilan. Jika cicilan Rp4 juta per bulan, maka dana darurat minimal Rp12-24 juta perlu disiapkan agar kondisi keuangan tetap aman saat terjadi risiko kehilangan penghasilan.

Gambaran Total Tahun Pertama

Untuk rumah seharga Rp500 juta, tambahan biaya di luar cicilan bisa meliputi renovasi awal Rp25 juta, furnitur minimal Rp100 juta, operasional tahunan sekitar Rp18 juta, perawatan AC Rp600 ribu, PBB Rp2 juta, serta iuran lingkungan Rp3 juta per tahun.Totalnya mendekati Rp148 juta lebih di luar cicilan KPR.

Angka ini menunjukkan bahwa membeli rumah bukan sekadar soal uang muka dan kemampuan membayar cicilan.

(dag/dag) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]


Most Popular
Features