Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp18.090/US$
Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah semakin menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 yang melampaui ekspektasi pasar.
Merujuk data Refinitiv, pada Kamis (5/11/2026) pukul 11.10 WIB, rupiah menguat 0,36% ke posisi Rp18.090/US$.
Penguatan tersebut semakin besar dibandingkan pembukaan perdagangan pagi tadi, ketika mata uang Garuda terapresiasi 0,19% ke posisi Rp18.120/US$. Rupiah menguat 30 poin dari posisi pembukaan, setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp18.155/US$.
BPS melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 tumbuh 5,47% secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi tumbuh 1,59%.
"Year on year tumbuh 5,47%," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Realisasi tersebut melampaui konsensus CNBC Indonesia dari 15 lembaga dan institusi, yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,20% yoy.
Pertumbuhan tahunan juga meningkat dibandingkan kuartal II-2026 sebesar 5,29%, meski masih lebih rendah dari kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%.
Capaian di atas perkiraan tersebut memberi sentimen positif bagi rupiah karena menunjukkan ekonomi domestik tetap mampu tumbuh solid di tengah tekanan eksternal.
(evw/evw) [Gambas:Video CNBC]