MARKET DATA

OJK Ungkap Bukti Pasar Modal Pulih Bertahap

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
03 November 2026 17:42
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Friderica Widyasari memberi pemaparan saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan pemulihan secara bertahap di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut.

Menurutnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di level 6.071 pada akhir kuartal III 2026. Capaian tersebut naik 7,83% secara kuartalan (qoq), dengan penguatan terutama terjadi pada Juli dan Agustus 2026.

"Pasar modal pulih bertahap di tengah ketidakpastian global," ujarnya dalam konferensi pers KSSK, Selasa (3/11/2026).


Meski demikian, Ia mengaku, tekanan muncul memasuki Oktober 2026. IHSG terkoreksi setelah adanya pengumuman konsultasi dari MSCI. Pada penutupan perdagangan 30 Oktober 2026, IHSG berada di level 5.057, atau turun 16,7% secara bulan berjalan (month-to-date/mtd).

Di sisi lain, lanjutnya, industri pengelolaan investasi menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Berdasarkan data per 27 Oktober 2026, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana tercatat sebesar Rp640,05 triliun, tumbuh 0,44% secara mtd. Industri reksadana juga membukukan net subscription sebesar Rp14,11 triliun sepanjang Oktober 2026 (mtd), yang mengindikasikan minat investor terhadap instrumen reksadana tetap terjaga di tengah volatilitas pasar saham.

Dari sisi penghimpunan dana, minat korporasi di pasar modal tetap terlihat. Hingga 28 Oktober 2026, nilai penghimpunan dana sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd) mencapai Rp202 triliun. Penghimpunan dana tersebut didominasi oleh efek bersifat utang atau sukuk, yang tercatat sebesar Rp50,43 triliun.

Selain itu, basis investor pasar modal juga terus tumbuh. Jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 33,36 juta per 26 Oktober 2026, meningkat 63,94% secara ytd. Sementara itu, kinerja fundamental emiten juga dinilai tetap terjaga, di mana 73,54% emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan laba pada laporan keuangan.

"Emiten BEI bukukan laba laporan keuangan tengah tahun 2026," tutupnya

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: OJK Ungkap Ada Rencana Penggalangan Dana Rp26,24 T di BEI


Most Popular
Features