MARKET DATA

Kredit BNI (BBNI) Naik 22,2% di Kuartal III, Ditopang Segmen Ini

Annisa Sulistyo Rini,  CNBC Indonesia
27 October 2026 10:20
Sejumlah pengunjung memadati booth Bank Negara Indonesia (BNI) dalam ajang Lampung Financial Festival 2026 di Novotel,  Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Sejumlah pengunjung memadati booth Bank Negara Indonesia (BNI) dalam ajang Lampung Financial Festival 2026 di Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sepanjang periode 9 bulan 2026 PT Bank Negara Indonesia Tbk. (Persero) atau BNI membukukan penyaluran kredit konsolidasi senilai Rp992,5 triliun atau tumbuh sebesar 22,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) di tengah gejolak ekonomi global.

Dikutip dari presentasi kinerja keuangan kuartal III/2026 BNI, penyaluran kredit terbesar berada di segmen wholesale dengan nilai Rp673,8 triliun, tumbuh 30,3% YoY. Segmen commercial dan kecil (small) tumbuh single digit masing-masing sebesar 8,3% YoY dan 6,1% YoY. Dengan demikian, BNI mencatatkan total penyaluran kredit di segmen business banking senilai Rp810,3 trillion dengan pertumbuhan sebesar 25,7% YoY.

Dari segmen konsumer, BBNI membukukan penyaluran kredit senilai Rp163,8 triliun per akhir September 2026. Kredit pemilikan rumah tumbuh paling tinggi di segmen konsumer dengan pertumbuhan 9,9% YoY, disusul personal loan sebesar 8,8% YoY, dan kartu kredit sebesar 7,6% YoY.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, ekspansi kredit dilakukan secara selektif pada semua segmen, dengan menerapkan standar analisis kelayakan kredit (underwriting) yang disiplin.

"Strategi tersebut mendorong pangsa pasar kredit BNI meningkat 113 basis poin (bps) YoY menjadi 10,6%," ujarnya Selasa (27/10/2026).

Di tengah penyaluran kredit yang cukup ekspansif tersebut, BNI tetap menjaga prinsip kehati-hatian, yang terlihat dari rasio total pencadangan terhadap kredit sebesar 3,8%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan industri yang sebesar 3,5%.

Sementara itu, NPL coverage ratio tercatat sebesar 193,3%, mencerminkan kecukupan pencadangan dalam mengantisipasi potensi risiko. Kualitas aset juga terus membaik, tercermin dari penurunan rasio loan at risk (LaR) dari 10,4% menjadi 7,8% dan NPL gross dari 2,0% menjadi 1,9%.

Pada periode yang sama, BNI mencatatkan laba bersih senilai Rp16,1 triliun atau naik 6,6% YoY. Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkualitas melalui penguatan fundamental dan pengelolaan risiko.

"Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Putrama.

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tabungan BNI Tumbuh Tinggi, Dana Murah Naik 19,6% di Kuartal III-2026


Most Popular
Features