Danantara Guyur Investasi Rp200 T Tahun Depan, Ini Sumber Duitnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan anggaran senilai Rp200 triliun untuk investasi di tahun depan. Dana itu mayoritas dialokasikan berasal dari dividen yang dihasilkan perusahaan BUMN dalam naungannya.
Hal ini diungkapkan Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria, saat memberikan sambutan dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
"Investasi Danantara berasal dari dividen yang dihasilkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jadi tahun ini setidaknya kami akan mengalokasikan Rp200 triliun atau sekitar US$12 miliar, kepada pak Pandu (CIO Danantara Pandu Sjahrir) dan Pak Sigit (CTO Sigit Puji Santosa) untuk diinvestasikan," kata Dony.
Untuk itu dia menegaskan bahwa pengelolaan BUMN yang benar menjadi kunci bagi keberlanjutan Danantara Indonesia.
Diketahui kedua nama itu juga memimpin anak usaha dari Danantara, yang bergerak dalam investasi baik program strategis pemerintah maupun komersial.
Pandu Sjahrir menjabat sebagai CEO dari Danantara Investment Management (DIM) yang fokus dalam investasi komersial. Sedangkan Sigit Puji Santosa sebagai CEO dari Danantara Development Management Fund (DDMF), yang fokus dalam pembiayaan proyek strategis nasional (PSN).
Ketika ditanya kepada Sigit, alokasi yang didapatkan DDMF untuk investasi dari rencana alokasi Rp200 triliun untuk investasi, dia belum bisa membeberkan. Menurutnya, saat ini Danantara tengah menyusun dokumen Rencana Anggaran dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027.
Hanya saja dia memastikan bahwa alokasi untuk investasi komersial kemungkinan lebih besar di tahun depan, dibandingkan untuk pembiayaan proyek pemerintah.
"Porsi sekarang ini memang porsi besarnya adalah langsung ke komersial. Kira-kira mungkin 65% - 70%, mungkin ada di DIM karena memang siap. Tapi untuk yang long term strategic, nanti ada di DDMF, karena ini memang long term memiliki strategic impact yang cukup besar, nah itu yang akan kita kerjakan nanti," tuturnya.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]