MARKET DATA

BEI Bawa Kabar Baik dari FTSE Russell, Status RI Aman

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
26 October 2026 11:35
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik saat menyampaikan pemaparan dalam Investment Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, BEI telah memberikan pembaruan kepada FTSE Russell mengenai reformasi pasar modal Indonesia yang dikelompokkan ke dalam tiga aspek, yakni transparansi, likuiditas, dan pengawasan (surveillance).

Menurut Jeffrey, FTSE Russell mengapresiasi berbagai reformasi yang telah dilakukan pasar modal Indonesia.

"Dalam pertemuan tersebut kami kembali menegaskan kepada FTSE terkait klasifikasi Indonesia. FTSE menyampaikan apresaiasi atas apa yang dilakukan pasar modal," ujarnya dalam konferensi pers di gedung BEI Jakarta, Senin (26/10/2026).


Dia juga menegaskan bahwa dalam laporan tertanggal 6 Oktober 2026, FTSE Russell menetapkan Indonesia tetap berada dalam kategori Secondary Emerging Market dan tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauan atau watchlist.

Menurutnya, penegasan tersebut menjadi konfirmasi atas posisi Indonesia dalam klasifikasi FTSE Russell di tengah upaya pembenahan pasar modal nasional.

BEI pun akan terus menjalankan reformasi untuk meningkatkan transparansi, memperkuat likuiditas, dan memperbaiki efektivitas pengawasan perdagangan saham. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.

"Kami perlu menghadirkan pengawasan yang lebih efektif bahwa perdagangan di BEI berjalan teratur wajar dan efisien," tuturnya.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BEI Temukan Emiten Dikuasai Segelintir Pihak, Free Float Hanya 0,72%


Most Popular
Features