MARKET DATA

IHSG Sukses Menghijau Akhir Pekan, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

CNBC Indonesia
26 October 2026 08:48
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
IHSG Sukses Menghijau Akhir Pekan, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - IHSG ditutup menguat 0,95% ke level 5.439,26 pada perdagangan Jumat (23/10). Penguatan dipimpin saham MORA yang naik 9,46%, DSSA 6,16%, dan VKTR 16,96%. Di sisi lain, BBCA melemah 2,90%, DCII turun 1,08%, dan AMRT terkoreksi 3,24%.

Investor asing mencatatkan net sell Rp1,62 triliun di pasar reguler dan Rp1,29 triliun di seluruh pasar. Seluruh 11 sektor ditutup menguat, dengan sektor Consumer Cyclical mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,14%.

Di pasar Amerika Serikat, indeks Dow Jones melemah 1,23% ke 52.215, S&P 500 turun 0,52% ke 7.623, sementara Nasdaq terkoreksi 0,21% ke 25.955. 

Pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen reformasi pasar modal dan prospek perbaikan kepercayaan investor. Namun, tekanan jual investor asing, ketidakpastian terkait MSCI, serta pelemahan rupiah masih menjadi perhatian. 

Sementara itu, ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia masing-masing bergerak turun 0,28% dan 0,02%.

Dari sisi emiten, ada Darma Henwa (DEWA) yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan 9,71% secara tahunan menjadi Rp5,10 triliun pada 9M26, dari Rp4,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan meningkat 114,55% menjadi Rp513,08 miliar dari sebelumnya Rp239,14 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut didukung kenaikan laba bruto sebesar 53,72% menjadi Rp1,03 triliun. Kenaikan ini terjadi seiring beban pokok pendapatan yang hanya meningkat 2,26% secara tahunan. Selain itu, pendapatan lain-lain bersih meningkat menjadi Rp260,20 miliar.

Di sisi lain, DEWA mencatatkan kenaikan beban umum dan administrasi serta beban keuangan. Total liabilitas perseroan juga meningkat 21,16% secara year-to-date menjadi Rp9,86 triliun. Sementara itu, posisi kas dan bank turun 36,64% secara tahunan menjadi Rp744,92 miliar.

Sat Nusapersada (PTSN) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar +65.20% YoY menjadi USD 182.28mn pada 1H26 (1H25: USD 110.32mn). Namun, laba bersih turun -30.40% YoY menjadi USD 4.69mn (1H25: USD 6.74mn), seiring kenaikan beban pokok pendapatan yang menekan margin laba kotor menjadi 8.10% dari 13.90%. 

PTSN juga berpotensi memperoleh peluang dari rencana pemerintah membagikan ponsel gratis kepada 25 juta warga kelompok desil 1–4. Program tersebut dapat membuka peluang bagi perseroan dalam kegiatan perakitan dan produksi perangkat.

Dengan asumsi harga pengadaan Rp1,10 juta per unit, kebutuhan anggaran program diperkirakan mencapai Rp27,50 triliun. Namun, peluang bisnis bagi PTSN masih bergantung pada skema pengadaan serta keterlibatan perseroan dalam program tersebut.

Adapun emiten Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) tengah berencana melakukan Penambahan Modal dengan HMETD II atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru. Aksi korporasi tersebut diperkirakan memiliki nilai maksimal US$463 juta atau sekitar Rp8,20 triliun.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk melunasi pinjaman, membeli saham Denway Development Limited (DDL), serta memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan dan/atau entitas anak.

PT Eco Energi Perkasa akan bertindak sebagai pembeli siaga dengan nilai maksimal US$418 juta atau sekitar Rp7,40 triliun. Sementara itu, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi hingga sekitar 74,60%.

Dalam rangkaian aksi korporasi tersebut, PACK juga berencana mengakuisisi 100% saham DDL senilai US$324 juta dari Hanking (Indonesia) Mining Limited. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi karena adanya kesamaan pengendali akhir.

Selain itu, PACK akan mengakuisisi 100% saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama senilai US$79 juta. Perusahaan tersebut memiliki konsesi tambang nikel seluas 4.778 hektare di Morowali.

Seluruh rencana aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)
Next Article IHSG Sukses Parkir di Zona Hijau, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

Most Popular
Features