MARKET DATA

SBN Ritel Bidik Rp141 T Tahun Ini, ST017 Jadi Kesempatan Terakhir

Arrijal Rachman ,  CNBC Indonesia
23 October 2026 06:55
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY,
Foto: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia menargetkan bisa mengumpulkan Rp 141,32 triliun dari hasil penjualan enam Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pada 2026.

SBN Ritel yang terakhir kali ditawarkan ke publik adalah SBR015 dan resmi ditutup pada 22 Oktober 2026. Dengan demikian, tersisa satu SBN Ritel yang akan ditawarkan pada tahun ini, yaitu ST017 pada 6 November-2 Desember 2026.

"Total penghimpunan dana dari enam seri SBN ritel yang ditawarkan sepanjang 2026 diperkirakan mencapai Rp 141,32 triliun, sejalan dengan target pemerintah. Selanjutnya masih ada satu seri SBN ritel yang akan ditawarkan pada tahun ini, yakni Sukuk Tabungan," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto kepada CNBC Indonesia, Jumat (23/10/2026).

Suminto mengatakan, perkiraan hasil pengumpulan dana dari penawaran enam SBN Ritel itu memperhitungkan estimasi hasil akhir penjualan SBR015. Total pemesanan sementara SBR015 mencapai sekitar Rp17 triliun.

"Angka ini masih bersifat sementara karena proses penyelesaian pembayaran berlangsung hingga pukul 13.00 WIB pada hari penutupan," ucapnya.

Hasil final penjualan, termasuk rincian masing-masing seri SBR015-T2 dan SBR015-T4, akan diumumkan setelah penetapan hasil penjualan yang dijadwalkan pada 26 Oktober 2026. Selanjutnya, setelmen atau penyelesaian transaksi dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.

Menurut Suminto, capaian ini menunjukkan partisipasi investor ritel dalam mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sekaligus memperkuat basis investor domestik.

Partisipasi masyarakat melalui SBN ritel ini, ia anggap juga menjadi bagian penting dalam memperluas akses investasi dan meningkatkan peran investor dalam pembiayaan pembangunan nasional.

"Realisasi penjualan SBR015 ini mencerminkan minat masyarakat yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar," tegasnya.

(arj/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik


Most Popular
Features