MARKET DATA

Bursa RI Terancam Turun ke Standalone Market, Ini Saran DEN ke Prabowo

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
21 October 2026 10:22
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyarankan agar reformasi pasar modal Indonesia terus dilakukan pascapengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hal itu disampaikan Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).



Pertemuan itu turut dihadiri anggota Kabinet Merah Putih di bidang ekonomi antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara/Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria. Turut hadir pula Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.

Mari Elka mengungkapkan, rapat tersebut juga membahas imbas dari usulan MSCI yang berencana mengubah status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

"Mengenai MSCI, kita memberi saran untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang memang sudah dijalankan dan melanjutkan enforcement oleh regulator yang memang juga sudah diumumkan," katanya, dikutip Rabu (21/10/2026).

Selain itu, DEN juga menyarankan penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal. Mari Elka mengatakan, aturan perundang-undangan saat ini telah membuka ruang bagi regulator bursa saham untuk menindak setiap pelanggaran.

"Karena undang-undang kita memang sudah memberikan ruang untuk melakukan langkah-langkah yang tegas terkait itu," katanya.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Airlangga, DPR, OJK, Danantara Ungkap Fokus Bursa RI Usai Geger MSCI


Most Popular
Features