MARKET DATA

Saham-Saham BUMN Ini Jadi Motor IHSG Meroket 4%

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
20 October 2026 13:34
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026).(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak lebih dari 4% pada perdagangan sesi I Selasa (20/10/2026). IHSG berada di 5.204,627, naik 208,018 poin atau 4,16%

Pergerakan balik arah ini terjadi setelah tekanan jual tajam yang dipicu kekhawatiran atas pernyataan MSCI terhadap potensi pada penurunan status pasar saham Indonesia.

Menutip data Refinitiv, 4 emiten BUMN mencatat sumbangan terbesar terhadap penguatan indeks, dengan total sekitar 84 poin atau kurang lebih 40% dari seluruh kenaikan IHSG hari ini. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi kontributor terbesar dengan 30,93 poin pada harga Rp2.750.


Posisi berikutnya ditempati PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan 23,91 poin di harga Rp3.660 dan PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan 22,10 poin di harga Rp2.010. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyumbang 7,23 poin pada harga Rp3.180.

Penguatan saham bank BUMN sejalan dengan kinerja sektoral. Sektor keuangan naik 5,19%, sedangkan sektor utilitas menjadi yang terkuat dengan kenaikan 6,69%. Sektor energi naik 1,75% dan teknologi 1,17%.

Kenaikan juga meluas, dengan 633 saham menguat, 124 melemah, dan 161 stagnan. Total volume perdagangan mencapai sekitar 38,68 miliar saham.

Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati langkah Bursa Efek Indonesia (BEI), pemerintah hingga Danantara dalam merespons pengumuman MSCI, aksi pembelian kembali saham oleh sejumlah emiten konglomerat, serta arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penegakan aturan di pasar modal.

Merespons pengumuman MSCI pekan lalu yang membuka peluang turunnya status pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19/10/2026) mengumumkan dua inisiatif baru. Pertama, publikasi kepemilikan saham di atas 1% akan dilengkapi informasi hubungan afiliasi pemegang saham dengan perusahaan. Kedua, seluruh saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG, dengan waktu efektif yang akan diumumkan segera.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada yang Borong Saham-saham BUMN, IHSG Melesat 3% Lebih


Most Popular
Features