MARKET DATA

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
16 October 2026 12:24
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku terkejut atas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market. Pasalnya, isu tersebut tidak dibahas dalam pertemuan antara sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan Indonesia dan MSCI di Bangkok, Thailand, pada Selasa (13/10/2026).

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, pertemuan yang digelar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tersebut tidak hanya melibatkan MSCI, tetapi juga penyedia indeks global dan lembaga pemeringkat lainnya. Forum itu turut dihadiri sejumlah investor global serta perwakilan pemerintah, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Iding menjelaskan, diskusi dalam pertemuan tersebut berlangsung aktif dengan sebagian besar pertanyaan peserta berfokus pada kebijakan fiskal dan moneter serta reformasi badan usaha milik negara (BUMN). MSCI memang sempat mengajukan pertanyaan, tetapi pembahasannya terbatas pada efektivitas kebijakan dan penegakan aturan atau enforcement.

"Satu pertanyaan mengenai MSCI, ya memang kita memberikan kesempatan untuk masing-masing pihak, termasuk MSCI MSCI sewaktu itu mempertanyakan mengenai yang tadi saya sampaikan efektivitas dan enforcement gitu aja, jadi tidak ada signal gitu ya, bahwa oh ini ada kemungkinan di stand alone market," ujar Iding dalam konferensi pers BEI, di Jakarta, Jumat, (16/10/2026).


Menurut Iding, BEI selama ini juga telah berdiskusi dengan MSCI dan investor global mengenai reformasi pasar modal Indonesia. Ia menyebut para investor global mengapresiasi langkah-langkah yang akan dilakukan Indonesia, meskipun sebagian di antaranya masih mempertanyakan efektivitas kebijakan dan penegakan aturan.

Iding juga mengaku terkejut karena pengumuman MSCI mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia muncul lebih awal dari perkiraan. Menurut dia, pengumuman final MSCI sebelumnya diperkirakan baru akan disampaikan pada November 2026, dengan jadwal yang disebutnya sekitar 12 November.

"Yang kami juga terus terang surprise, banyak pihak surprise, yang pelaku pasar juga surprise, kok bisa jauh lebih awal," kata Iding.

Sebagai informasi, Danantara Indonesia menggelar forum roundtable bertajuk Reform, Transparency and Capital: Indonesia's Financial Sector and the Role of Danantara di Bangkok, Thailand, pada Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Annual Meeting Dana Moneter Internasional (IMF).

Sejumlah pejabat yang hadir dalam forum tersebut antara lain Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono, serta Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi.

Sementara perwakilan lembaga dan investor yang turut hadir berasal dari Moody's Ratings, S&P Global Ratings, Fitch Ratings, International Finance Corporation (IFC), Standard Chartered Bank, J.P. Morgan, The TCW Group, dan MSCI.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Media Asing Sorot Potensi Pasar Saham RI Downgrade Menjadi Standalone


Most Popular
Features