MARKET DATA

Danantara Minta Garuda (GIAA) Tegas Soal Target Pasar

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
15 October 2026 17:50
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema Consolidating Growth, Accelerating the Transformation di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Sel
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Aagata Nusantara (BPI Danantara) meminta PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) untuk mempercepat transformasi bisnis maskapai pelat merah tersebut dalam memperkuat fundamental perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan kapasitas dan layanan penerbangan.

Chief Operating Officer BPI Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan, transformasi ini mencakup penambahan armada, penetrasi ke pasar baru, peningkatan pengalaman pelanggan, dan penguatan posisi Garuda Indonesia agar mampu menguasai pasar domestik.

Menurutnya, penguatan pasar domestik menjadi salah satu prioritas untuk menjadikan Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang berdaya saing. Dony menekankan pentingnya menentukan target pasar secara jelas dan membangun diferensiasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Dony menilai, Garuda Indonesia perlu memiliki fokus bisnis yang kuat agar strategi perusahaan berjalan terarah dan tidak mudah terdistraksi oleh berbagai peluang di luar target utama.

"Kita harus commit memulai dari menentukan siapa sebetulnya target market-nya Garuda Indonesia. Jangan pernah terdistraksi. Habis itu nanti kita lihat apa product differentiation kita," ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Kamis (15/10/2026).


Ia juga menekankan bahwa daya saing maskapai tidak hanya ditentukan oleh produk penerbangan yang ditawarkan, tetapi juga oleh keseluruhan nilai dan pengalaman yang dirasakan pelanggan. Sehingga, setiap titik interaksi dengan pelanggan perlu dirancang secara konsisten untuk membangun kualitas layanan yang menjadi pembeda Garuda Indonesia.

Mulai dari akses melalui situs web, proses check-in, fasilitas lounge, boarding, hingga layanan selama penerbangan, seluruh tahapan perlu dirancang untuk memberikan pengalaman yang konsisten dan sesuai dengan standar layanan Garuda Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.

Selain meningkatkan kualitas layanan, transformasi Garuda Indonesia diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada persaingan harga. Dony menilai, peningkatan pengalaman pelanggan menjadi kunci agar Garuda Indonesia mampu bersaing melalui kualitas layanan dan nilai yang ditawarkan, bukan semata-mata melalui harga tiket.

"Kita harus improve the whole experience. Supaya kita tidak berkompetisi di sisi harga. Dalam satu tahun terakhir, Garuda sudah berhasil melakukan proses turnaround yang luar biasa. Di dalam semua parameter yang kita lihat, jumlah flight kita yang saat ini terbang meningkat sangat signifikan, pendapatan kita juga tumbuh signifikan," ujar Dony.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen


Most Popular
Features