MARKET DATA

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
12 October 2026 15:45
Astra otoparts. (Dok. Astra otoparts)
Foto: Astra otoparts. (Dok. Astra otoparts)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Astra International Tbk (ASII) berencana menambah kepemilikan saham di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melalui penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO). Perseroan pun buka suara terkait aksi ini.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen ASII menyebut AUTO menunjukkan kinerja yang baik dan mampu menghasilkan arus kas yang kuat. Penambahan kepemilikan tersebut juga mencerminkan komitmen Astra untuk terus mendukung perkembangan bisnis komponen suku cadang otomotif itu ke depan.

"Penambahan kepemilikan tersebut juga mencerminkan komitmen Astra untuk terus mendukung perkembangan bisnis AUTO ke depan," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin, (12/10/2026).

Dalam pelaksanaan transaksi, ASII menyatakan tetap berkomitmen memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk menjaga batas minimum saham publik atau free float sebesar 15%.

"Perseroan tetap berkomitmen untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk mempertahankan minimum free float sebesar 15%. Pendanaan transaksi akan berasal dari kas internal Perseroan, dengan tetap menerapkan disiplin dalam alokasi belanja modal serta menjaga posisi neraca Perseroan agar tetap kuat dan sehat," kata dia.

Diketahui, ASII menawarkan harga Rp3.600 per saham dengan target penambahan kepemilikan sebesar 4,95% saham AUTO. Apabila seluruh saham yang menjadi objek penawaran berhasil diperoleh, total dana yang diperkirakan dikeluarkan ASII mencapai sekitar Rp858 miliar.

Jumlah tersebut mewakili sekitar 4,947% dari modal ditempatkan dan disetor AUTO, dengan harga penawaran tender sukarela sebesar Rp3.600 per saham.

Apabila seluruh saham yang ditawarkan berhasil diperoleh, kepemilikan ASII di AUTO akan meningkat dari sekitar 80% menjadi sebanyak-banyaknya 84,947%. Sementara ASII akan mempertahankan statusnya sebagai pengendali.

Sementara itu, manajemen menegaskan bahwa rencana penawaran tender sukarela tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Pelaksanaan transaksi tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article ASII Mau Kuasai Hampir 85% Saham AUTO Lewat Skema Tender Sukarela


Most Popular
Features