MARKET DATA

Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I

Redaksi,  CNBC Indonesia
12 October 2026 13:55
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (12/10/2026), setelah sempat mengawali hari di zona hijau.

Pada pukul 12.00 WIB, IHSG berada di level 5.975,78, turun 61,44 poin atau 1,93% dari penutupan sebelumnya di 6.093,76, dengan level terendah hari ini tercatat di 5.971,41 atau longsor 2%. Padahal, indeks sempat dibuka menguat di level 6.109,32 dan menyentuh level tertinggi 6.128,72 pada awal sesi, sebelum tekanan jual membawa indeks berbalik ke zona merah hingga menjelang pukul 10.00 WIB.

Pelemahan IHSG hari ini dibebani oleh sektor infrastruktur yang anjlok 6,70%, disusul sektor energi yang anjlok 3,65%, dan barang baku yang melemah 2,82%. Saham-saham penekan indeks antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).

Pasar keuangan global pekan ini juga dibayangi sejumlah sentimen, mulai dari rencana AS membantu Arab Saudi menyerang kelompok Houthi di Yaman yang berpotensi memperluas front perang di Timur Tengah, pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada 12-18 Oktober, hingga penantian data inflasi China dan AS yang akan dirilis Rabu (14/10/2026) mendatang.

Sejalan dengan pelemahan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp166,22 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,33 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,58 triliun dan foreign sell Rp1,75 triliun.

Aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan nilai mencapai Rp44,40 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang dilepas asing senilai Rp38,65 miliar - sejalan dengan saham BBCA yang tercatat sebagai salah satu penekan utama IHSG hari ini - disusul PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) sebesar Rp23,93 miliar.

Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar Rp19,34 miliar - turut sejalan dengan posisinya sebagai pemberat indeks - serta PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) Rp15,94 miliar, dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) Rp14,56 miliar.

Tekanan jual juga terlihat pada PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp14,52 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp14,11 miliar, serta PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) Rp14,08 miliar.

Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp133,02 miliar, disusul PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp48,53 miliar.

Selanjutnya, asing juga memborong PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) sebesar Rp12,35 miliar, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) Rp11,78 miliar, serta PT Timah Tbk. (TINS) Rp9,97 miliar.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Senin (12/10/2026).

Net Foreign Buy

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp133,02 miliar

PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp48,53 miliar

PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp12,35 miliar

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) - Rp11,78 miliar

PT Timah Tbk. (TINS) - Rp9,97 miliar

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp8,86 miliar

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) - Rp8,30 miliar

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp5,95 miliar

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) - Rp5,66 miliar

PT ERA Media Sejahtera Tbk. (DOOH) - Rp5,01 miliar

Net Foreign Sell

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp44,40 miliar

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp38,65 miliar

PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp23,93 miliar

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp19,34 miliar

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) - Rp15,94 miliar

PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) - Rp14,56 miliar

PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp14,52 miliar

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp14,11 miliar

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) - Rp14,08 miliar

PT XL Axiata Tbk. (EXCL) - Rp13,30 miliar

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Asing Diam-Diam Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Terkoreksi


Most Popular
Features