Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (12/10/2026), setelah sempat mengawali hari di zona hijau.
Pada pukul 12.00 WIB, IHSG berada di level 5.975,78, turun 61,44 poin atau 1,93% dari penutupan sebelumnya di 6.093,76, dengan level terendah hari ini tercatat di 5.971,41 atau longsor 2%. Padahal, indeks sempat dibuka menguat di level 6.109,32 dan menyentuh level tertinggi 6.128,72 pada awal sesi, sebelum tekanan jual membawa indeks berbalik ke zona merah hingga menjelang pukul 10.00 WIB.
Pelemahan IHSG hari ini dibebani oleh sektor infrastruktur yang anjlok 6,70%, disusul sektor energi yang anjlok 3,65%, dan barang baku yang melemah 2,82%. Saham-saham penekan indeks antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).
Pasar keuangan global pekan ini juga dibayangi sejumlah sentimen, mulai dari rencana AS membantu Arab Saudi menyerang kelompok Houthi di Yaman yang berpotensi memperluas front perang di Timur Tengah, pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada 12-18 Oktober, hingga penantian data inflasi China dan AS yang akan dirilis Rabu (14/10/2026) mendatang.
Sejalan dengan pelemahan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp166,22 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,33 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,58 triliun dan foreign sell Rp1,75 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan nilai mencapai Rp44,40 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang dilepas asing senilai Rp38,65 miliar - sejalan dengan saham BBCA yang tercatat sebagai salah satu penekan utama IHSG hari ini - disusul PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) sebesar Rp23,93 miliar.
Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar Rp19,34 miliar - turut sejalan dengan posisinya sebagai pemberat indeks - serta PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) Rp15,94 miliar, dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) Rp14,56 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp14,52 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp14,11 miliar, serta PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) Rp14,08 miliar.
Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp133,02 miliar, disusul PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp48,53 miliar.
Selanjutnya, asing juga memborong PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) sebesar Rp12,35 miliar, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) Rp11,78 miliar, serta PT Timah Tbk. (TINS) Rp9,97 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Senin (12/10/2026).
Net Foreign Buy
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp133,02 miliar
PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp48,53 miliar
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp12,35 miliar
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) - Rp11,78 miliar
PT Timah Tbk. (TINS) - Rp9,97 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp8,86 miliar
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) - Rp8,30 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp5,95 miliar
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) - Rp5,66 miliar
PT ERA Media Sejahtera Tbk. (DOOH) - Rp5,01 miliar
Net Foreign Sell
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp44,40 miliar
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp38,65 miliar
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp23,93 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp19,34 miliar
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) - Rp15,94 miliar
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) - Rp14,56 miliar
PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp14,52 miliar
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp14,11 miliar
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) - Rp14,08 miliar
PT XL Axiata Tbk. (EXCL) - Rp13,30 miliar
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]