MARKET DATA

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

CNBC Indonesia
08 October 2026 08:52
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - IHSG ditutup melemah 0,75% ke level 6.146,72 pada perdagangan Rabu (7/10). Saham BBRI (+0,96%), TLKM (+1,32%), dan SMMA (+1,00%) menjadi leading movers, sementara BYAN (-6,69%), BBCA (-0,82%), dan DSSA (-3,00%) menjadi lagging movers.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp828,65 miliar di pasar reguler dan Rp871,36 miliar di seluruh pasar. 

Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Energy mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,56%, sedangkan sektor Technology menjadi satu-satunya sektor yang menguat, meski tipis 0,02%.

Di bursa AS, indeks Dow Jones turun 0,66% ke level 51.179, S&P 500 melemah 0,22% ke level 7.801, dan Nasdaq terkoreksi 0,22% ke level 27.538.

Sementara itu, FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dan tidak memasukkannya ke dalam Watch List. Namun, FTSE Russell masih memantau efektivitas reformasi terkait integritas pasar modal dan akan memberikan pembaruan menjelang review pada Desember 2026. Di pasar offshore, ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing melemah 0,59% dan 0,20%.

Dari sisi aksi korporasi, ada PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) melalui anak usaha terkendalinya, Repower Global Sinergitama (RGST), menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Quanta Tunas Abadi (HIGEN) pada 6 Oktober 2026. Kesepakatan ini menjadi langkah awal perseroan untuk menjajaki akuisisi di sektor data center dan managed service.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya REAL untuk memperluas bisnis di luar sektor properti menuju infrastruktur digital. Perseroan membidik bisnis dengan potensi pendapatan berulang yang tidak terlalu bergantung pada siklus properti.

Sektor data center juga masih memiliki ruang pertumbuhan. Pasar penyimpanan data center di Indonesia diproyeksikan tumbuh rata-rata 13,80% per tahun, dari USD 896.30mn pada 2026 menjadi USD 1.95bn pada 2031. Pertumbuhan tersebut didukung investasi asing, kebutuhan lokalisasi data, serta regulasi seperti PP No. 71/2019.

Meski demikian, aksi korporasi ini masih berada pada tahap MoU. Dengan demikian, kontribusi terhadap kinerja REAL belum dapat dihitung sebelum terdapat kepastian mengenai nilai transaksi, skema pendanaan, kapasitas, serta kontrak pelanggan.

Selanjutnya, ada PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang memastikan rencana belanja modal atau capex 2026 sekitar Rp7 triliun tetap berjalan sesuai target. Perseroan mengandalkan kombinasi Fixed Wireless Access (FWA) melalui Internet Rakyat dan Fiber-to-the-home (FTTH) untuk memperluas penetrasi fixed broadband.

Hingga 1H26, WIFI mencatatkan basis pelanggan sebanyak 2,35 juta dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 3,50 juta pelanggan pada akhir 2026.

Dari alokasi capex tersebut, perseroan berencana menambah 5.500 radio dengan biaya sekitar menambah 5,500 radio (unit cost sekitar USD 30,000) dan modem ZTE (sekitar USD 50 per unit). WIFI juga menyiapkan sekitar Rp1 triliun untuk ekspansi FTTH melalui anak usaha Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE).

Ekspansi FTTH tersebut mencakup sekitar 1,50 juta home pass dan home connect dengan biaya sekitar Rp750.000 per pelanggan. Hingga 1H26, realisasi capex baru mencapai sekitar Rp1 triliun. Manajemen menyebut rendahnya realisasi tersebut berkaitan dengan waktu penyerapan anggaran.

Adapun PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turut menetapkan dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp14,50 per saham dengan total sekitar Rp595,83 miliar.

Pembagian dividen tersebut sejalan dengan kinerja keuangan perseroan pada 1H26. AMRT mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,02 triliun, naik 7,45% secara tahunan dibandingkan Rp1,88 triliun pada 1H25. Pendapatan neto juga meningkat 6,49% YoY menjadi Rp67,96 triliun.

Dividen interim tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 29,50% dari laba bersih 1H26. Pada perdagangan Rabu (7/10), saham AMRT ditutup di level Rp1.225 per saham, dengan dividend yield sekitar 1,18% berdasarkan dividen interim tersebut.

Adapun cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 13 Oktober 2026, sementara pembayaran dividen dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)
Next Article Rekomendasi Saham Hari Ini: AMMN, BUMI, hingga UNVR

Most Popular
Features