MARKET DATA

IHSG Mulai Rebound, Ini Rekomendasi Saham yang Menarik Buat Dilirik

CNBC Indonesia
07 October 2026 08:55
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
IHSG Mulai Rebound, Ini Rekomendasi Saham yang Menarik Buat Dilirik
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,21% ke level 6.192,93 pada perdagangan Selasa (6/10). Penguatan indeks ditopang oleh sejumlah saham, dengan BYAN naik 9,80%, AMMN menguat 6,89%, dan MORA tumbuh 7,82%. Sementara itu, BBCA turun 1,21%, BBRI melemah 0,32%, dan BREN terkoreksi 1,02%.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp597,49 miliar di pasar reguler dan Rp629,87 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, seluruh 11 sektor di BEI ditutup menguat. Sektor transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,16%.

Di pasar saham Amerika Serikat, Dow Jones menguat 0,49% ke level 51.521, S&P 500 naik 0,58% ke 7.818, sedangkan Nasdaq meningkat 0,45% ke 27.599. Saham BYAN menjadi salah satu kontributor utama terhadap penguatan IHSG dengan kenaikan 9,80% dan memberikan pengaruh sebesar 19,67 poin terhadap indeks.

Pergerakan BYAN turut dipengaruhi perkembangan transaksi akuisisi saham, dengan jumlah saham yang akan dialihkan meningkat menjadi 10,08 miliar saham dari sebelumnya 10,00 miliar saham. Perkembangan tersebut berkaitan dengan perubahan struktur kepemilikan perseroan. Sementara itu, ETF EIDO bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,08%, sedangkan MSCI Indonesia turun 0,31%.

Dari sisi korporasi, ada NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) yang memperluas bisnis pusat data melalui dua anak usahanya. Nextier Askara Center (NAC) mengambil alih sekaligus menambah kapasitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang (JababekaDC) sebesar 36 MW, sehingga total kapasitasnya menjadi 42 MW.

Di sisi lain, Nextier GenAi Center (NGC) mengembangkan data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang (BatangDC) dengan kapasitas hingga 60 MW.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, MGLV memberikan corporate guarantee atas dua fasilitas pinjaman dari BNI yang diterima NAC dan NGC. NAC memperoleh fasilitas hingga Rp4,13 triliun, sementara NGC mendapatkan fasilitas hingga Rp6,63 triliun.

Dengan demikian, total fasilitas pendanaan mencapai Rp10,75 triliun. Nilai tersebut termasuk transaksi material karena setara 94,14 kali ekuitas MGLV per 30 Juni 2026 yang tercatat sebesar Rp114,23 miliar.

Dengan pendanaan tersebut, MGLV memiliki ruang untuk meningkatkan total kapasitas data center menjadi sekitar 102 MW, dibandingkan kapasitas eksisting sebesar 6 MW di Jababeka.

Sementara itu, IMC Pelita Logistik (PSSI) turut memperkuat armada dengan menambah enam kapal baru yang terdiri atas dua kapal tunda (tugboat) dan empat tongkang (barge). Masing-masing kapal memiliki kapasitas lebih dari 10.000 ton dan dibangun di dua galangan kapal di Batam.

Penambahan armada tersebut menjadi bagian dari program peremajaan kapal untuk mendukung layanan pengangkutan dry bulk. Dengan tambahan enam kapal, total armada yang dioperasikan PSSI bersama entitas anak mencapai 47 unit per 30 September 2026.

Perseroan juga menyiapkan penambahan armada secara selektif, yakni dua set tugboat dan barge serta dua barge yang ditargetkan selesai pada akhir kuartal III 2026 hingga awal kuartal IV 2026.

Selain pengangkutan batu bara, PSSI juga tengah menjajaki segmen liquid bulk sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber pendapatan perseroan.

Di sisi lain, Bukit Uluwatu Villa (BUVA) akan melaksanakan rights issue atau PMHMETD II dengan rasio 4:1 setelah memperoleh pernyataan efektif dari OJK pada 5 Oktober 2026.

Dalam aksi korporasi tersebut, BUVA akan menerbitkan 6,15 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Dari aksi ini, perseroan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp1,54 triliun.

Dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan. Sebesar Rp426,34 miliar akan digunakan sebagai penyertaan modal untuk pengembangan West Resort Uluwatu, Rp417,80 miliar untuk pelunasan dipercepat utang kepada Bank Mandiri, dan Rp390,34 miliar untuk pembangunan Uluwatu Estate.

Sementara itu, masing-masing Rp150 miliar dialokasikan untuk renovasi Alila Ubud dan pengembangan Bintan Land. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi maksimal 20%.

Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 19–30 Oktober 2026. Adapun cum-right di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 13 Oktober 2026, sedangkan recording date ditetapkan pada 15 Oktober 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)
Next Article Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada PGEO, PACK, hingga EXCL

Most Popular
Features