Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam belum tercatat dalam daftar pemegang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Hal ini terlihat dari Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) BYAN per akhir September 2026 yang disampaikan ke bursa pada 5 Oktober 2026.
Dalam laporan tersebut, masih belum ada nama Haji Isam maupun PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang disebut menjadi pembeli saham BYAN. Susunan pemegang saham di atas 5% tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Total saham tercatat BYAN sebanyak 33.333.335.000 saham.
Berikut komposisi pemegang saham BYAN per akhir September 2026:
- Dato' Low Tuck Kwong: 13.416.921.870 saham (40,251%)
- Elaine Low: 7.333.833.700 saham (22,002%)
- PT Sumber Suryadana: 3.333.380.000 saham (10%)
- Lim Chai Hock (direksi): 1.087.150.000 saham (3,261%)
- Jenny Quantero (direksi): 994.975.000 saham (2,985%)
- Low Yi Ngo: 62.364.800 saham (0,187%)
- Ulina Fitriani (direksi): 5.000.000 saham (0,015%)
- Alastair G.C. McLeod (direksi): 3.290.500 saham (0,01%)
- Pemegang saham publik di bawah 5%: 7.096.416.630 saham (21,289%)
- Saham treasuri: 0
Dato' Low Tuck Kwong juga tercatat sebagai pemilik manfaat (beneficial owner) dan pengendali tingkat individu BYAN.
Satu-satunya perubahan kepemilikan di jajaran direksi terjadi pada Alastair G.C. McLeod. Kepemilikannya turun dari 4.000.000 saham (0,012%) menjadi 3.290.500 saham (0,01%), atau berkurang 709.500 saham. Laporan tidak menjelaskan alasan penurunan tersebut.
Saham publik di bawah 5% (free float) naik dari 7.095.707.130 saham menjadi 7.096.416.630 saham, bertambah 709.500 saham, sama persis dengan penurunan kepemilikan McLeod. Persentase free float tetap 21,29%.
Jumlah pemegang saham nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) melonjak 65% dari 4.939 menjadi 8.187, atau bertambah 3.248 investor.
Latar Belakang Akuisisi
Belum masuknya nama Haji Isam sejalan dengan penjelasan manajemen BYAN dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip 28 September 2026. Dalam keterbukaan itu, perseroan menyampaikan posisi Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low dalam perjanjian jual beli saham bersyarat yang dilakukan Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama. Objek transaksinya 10.000.000.500 saham BYAN, setara 30% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Jika transaksi rampung, kepemilikan Dato' Low Tuck Kwong akan menjadi 6.951.170.541 saham (sekitar 20,853%), sedangkan Elaine Low menjadi 3.799.584.529 saham (sekitar 11,399%). Manajemen menyatakan Dato' Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali perseroan.
BYAN mengaku baru mengetahui rencana transaksi itu setelah menerima surat dari Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low yang menyatakan keduanya telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat. Negosiasi sepenuhnya dilakukan para penjual tanpa melibatkan direksi dan dewan komisaris, kecuali Dato' Low Tuck Kwong yang juga menjabat presiden direktur.
Manajemen menyebut belum mengetahui nilai transaksi, dasar penentuan harga, kondisi pendahuluan (conditions precedent), target waktu penyelesaian, maupun kemungkinan transaksi dibatalkan. Perseroan juga belum memiliki rencana mengubah susunan direksi dan dewan komisaris, serta belum menerima informasi dari PT Jhonlin Baratama soal rencana pengelolaan perseroan setelah transaksi selesai.
Karena tidak ada perubahan pengendalian, perseroan menyatakan tidak ada kewajiban tambahan menurut ketentuan pasar modal. Manajemen menegaskan BYAN dan seluruh entitas anak tetap menjalankan kegiatan usaha utama di bidang pertambangan batu bara.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]