MARKET DATA

Kredit Bank Ngebut 13,65%, Tapi UMKM Cuma Tumbuh 2,38%

teti purwanti,  CNBC Indonesia
05 October 2026 14:40
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB September 2026. (Tangkapan Layar Youtube/
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB September 2026. (Tangkapan Layar Youtube/Otoritas Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyaluran kredit perbankan nasional terus melaju. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit per Agustus 2026 tumbuh 13,65% secara tahunan (yoy) menjadi Rp9.178 triliun. Namun, pertumbuhan itu belum merata dengan kredit korporasi melesat 22,18%, sedangkan kredit UMKM hanya naik 2,38%.

Data tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) bulanan yang digelar secara daring, Senin (5/10/2026).

"Intermediasi melanjutkan tren penguatan," ujar Dian, merujuk pada akselerasi kredit yang berlanjut dari bulan-bulan sebelumnya.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh paling tinggi, yakni 25,11% yoy. Kredit modal kerja tumbuh 11,45% yoy dan kredit konsumsi 5,07% yoy.

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi mencatat pertumbuhan terbesar, 22,18% yoy. UMKM memang masih tumbuh, tetapi hanya 2,38% yoy. Dari sisi kepemilikan bank, bank BUMN tumbuh paling tinggi, 16,41% yoy.

BNPL Rp31,41 Triliun, Rekening Tembus 34 Juta

OJK juga melaporkan baki debet buy now pay later (BNPL) perbankan dalam SLIK per Agustus 2026 sebesar Rp31,41 triliun, atau 0,34% dari total kredit perbankan. Pertumbuhannya tergolong tinggi, dengan jumlah rekening mencapai 34 juta, naik dari 33,50 juta pada Juli.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,94% yoy menjadi Rp10.413 triliun. Deposito tumbuh paling tinggi, 13,10% yoy, disusul giro 9,82% yoy dan tabungan 9,56% yoy.

Likuiditas dinilai memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat 102,31% dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) 23,04%, masih di atas ambang batas masing-masing 50% dan 10%. Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 187,1%.

Kualitas kredit terjaga, dengan NPL gross 2,11% dan NPL net 0,84%. Rasio loan at risk (LAR) tercatat 8,56%, sedangkan return on assets (ROA) bank sebesar 2,43%.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Paylater Bank Tumbuh 31% Yoy, Lebih dari Dua Kali Lipat Kredit


Most Popular
Features