MARKET DATA

Dolar Cuma Rp6.550 di Era Presiden Habibie, Apa Rahasianya?

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
04 October 2026 17:45
FILE - In this March 20, 2003, file photo, former Indonesian President B. J. Habibie waves to journalists as he arrives to testify in the trial of former military chief at a court in Jakarta. Habibie, who allowed democratic reforms and an independenc
Foto: Presiden B.J. Habibie (Foto AP / Achmad Ibrahim, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu legacy BJ Habibie saat menjadi presiden adalah berhasil menjinakkan nilai tukar AS terhadap rupiah. Saat krisis moneter 1998, Dolar AS pernah mencapai Rp 16.800 yang kemudian berhasil menjadi Rp 6.550 per dolar.

Habibie yang menggantikan Soeharto setelah 32 tahun di kursi presiden tak serta merta membuat pasar optimis. Karena dia seorang teknokrat pembuat pesawat dan bukan seorang ekonom.

Banyak juga yang menilai Habibie masih bagian dari rezim Orde Baru. Bahkan presiden Singapura saat itu Lee Kuan Yew menilai Habibie menjadi presiden bakal membuat rupiah kian tak berdaya.

Namun keraguan itu dijawab dengan kinerja Habibie yang bisa menaklukan dolar selama menjabat dalam waktu singkat. Berikut 3 cara yang dilakukannya kala itu:

1. Restrukturisasi Perbankan

Saat Order Baru, bank didirikan dengan mudah karena kebijakan Paket Oktober 1998. Namun program itu tak dibarengi dengan kemampuan perbankan yang baik, pada akhirnya membuat banyak bank bertumbangan dan nasabah menarik dana besar-besaran.

Saat menjadi presiden, habibie melakukan restrukturisasi perbankan dan berharap Bank Indonesia makin kuat. Salah satunya mencabut aturan dan mempraktikannya langsung pada bank pemerintah.

Empat bank milik pemerintah juga digabung menjadi Bank mandiri. Diapun memisahkan BI dari pemerintah melalui UU Nomor 23 tahun 1999.

Habibie dalam otobiografinya, B.J. Habibie: Detik-detik yang Menentukan (2006) menyebutkan kebijakan saat itu menjadi langkah terbaik karena bisa menguatkan rupiah. BI pun dinilai harus independen, objektif dan bebas dari intervensi politik.

2. Kebijakan Moneter Ketat

Habibie juga menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan bunga tinggi. Tujuannya agar membuat bank-bank bisa kembali dipercaya masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat akan kembali menabung dan menurunkan tingkat peredaran uang di masyarakat. Berkat SBI, suku bunga tercatat menurun dari 60% menjadi belasan persen, dan kepercayaan pada bank meningkat.

3. Pengendalian Harga Bahan Pokok

Karena menganggap kebutuhan bahan pokok hal yang vital, dia membuat harga listrik dan BBM subsidi agar tidak naik. Jadi harga bahan pokok pun tetap terjangkau.

Namun Habibie juga sempat menuai kontroversi karena mengeluarkan pernyataan nyeleneh. Dia pernah meminta rakyat berpuasa agar hemat saat krisis.

"Ketika terjadi masa krisis saat B.J. Habibie diangkat menjadi presiden, ia menganjurkan rakyat melakukan puasa Senin-Kamis," kata A. Makmur Makka saat menulis buku biografi Habibie, Inspirasi Habibie (2020).

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya


Most Popular
Features