MARKET DATA

BI Tanggapi Soal Transaksi Misterius di DANA, Minta Investigasi Total

haa,  CNBC Indonesia
23 September 2026 11:23
CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) buka suara terkait insiden transaksi tidak sah yang terjadi pada aplikasi dompet digital DANA. Bank sentral menegaskan tengah melakukan pendalaman dan pengawasan terhadap kasus tersebut, sekaligus meminta DANA melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab insiden.

Seperti diketahui, modus fraud atau kejahatan digital yang saat ini tengah ramai diperbincangkan netizen terkait dengan pembobolan kartu kredit lewat penyalahgunaan fitur pembayaran kode QR pada dompet digital DANA.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan BI telah meminta DANA memperbaiki setiap kelemahan yang ditemukan dan memperkuat sistem pengamanan agar transaksi kembali berjalan sesuai mekanisme autentikasi dan standar keamanan yang berlaku.

"Bank Indonesia terus mencermati dan melakukan pendalaman atas insiden transaksi tidak sah pada aplikasi DANA," kata Denny dalam keterangan resmi, Rabu (23/9/2026).

Menurut BI, DANA bersama pihak terkait juga diminta segera melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap seluruh transaksi yang tidak diakui oleh pengguna. Selain itu, perusahaan diwajibkan menindaklanjuti setiap pengaduan konsumen dan menyelesaikannya sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku.

BI menuturkan perlindungan dan pemenuhan hak konsumen menjadi prioritas utama dalam penyelesaian kasus ini. Karena itu, otoritas sistem pembayaran tersebut akan terus mengawal proses penyelesaian hingga seluruh hak konsumen yang terdampak dapat dipenuhi.

"Bank Indonesia memastikan pelindungan dan pemenuhan hak konsumen menjadi prioritas dalam penyelesaian insiden ini," ujar Denny.

Ia menegaskan BI akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut dan memastikan proses penyelesaiannya berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Dalam keterangannya, BI mengingatkan bahwa keamanan, keandalan sistem, dan perlindungan konsumen merupakan prinsip utama dalam penyelenggaraan sistem pembayaran digital.

Karena itu, setiap penyelenggara jasa pembayaran diwajibkan memastikan setiap pengembangan maupun perubahan sistem didukung tata kelola yang baik, manajemen risiko yang memadai, pengujian sistem yang ketat, serta pengendalian keamanan yang kuat.

BI juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kerahasiaan data pribadi dan kredensial pembayaran, memantau riwayat transaksi secara berkala, serta segera melaporkan setiap transaksi yang tidak dikenali melalui kanal resmi bank penerbit kartu maupun penyelenggara layanan pembayaran.

BI menegaskan akan terus mengawal penyelesaian insiden transaksi tidak sah tersebut dan melakukan tindak lanjut pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Bank Indonesia akan terus mengawal penyelesaian insiden dan melakukan tindak lanjut pengawasan secara tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Denny.

Pernyataan ini menjadi respons resmi pertama BI setelah muncul laporan sejumlah pengguna yang mengaku mengalami transaksi tidak sah pada aplikasi DANA. Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung dan otoritas meminta seluruh pihak terkait mempercepat penanganan pengaduan konsumen yang terdampak.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking


Most Popular
Features