Bursa Global Kompak Menguat Didorong Sentimen Positif Saham AI
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Selasa (22/9/2026), setelah indeks-indeks utama Wall Street menguat tajam pada sesi sebelumnya didorong lonjakan saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.118, dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.042,71.
Sementara itu, kontrak berjangka S&P/ASX 200 Australia terakhir diperdagangkan di level 8.809, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 8.731,90. Pasar saham Jepang ditutup pada Selasa karena libur nasional.
Pergerakan bursa Asia tersebut mengikuti penguatan Wall Street setelah saham-saham terkait AI melonjak dan mengangkat indeks-indeks utama. Indeks S&P 500 naik 1,5% dan mencatat penguatan harian terbaik sejak 4 Agustus, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 2,3% sekaligus mencatat rekor penutupan pertamanya sejak Juni.
Dow Jones Industrial Average juga menguat 366 poin atau 0,7% pada perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut terutama ditopang saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
Meta Platforms melonjak lebih dari 11%, sementara saham produsen chip Intel dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing melesat 12% dan sekitar 10%. Kapitalisasi pasar AMD bahkan sempat menyentuh US$1 triliun, sedangkan Nvidia naik 2% dan perusahaan serat optik Corning menguat hampir 6%.
Penurunan harga minyak turut menopang kenaikan pasar saham karena meredakan tekanan terhadap inflasi dan biaya energi. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 4,5% menjadi US$95,78 per barel, sedangkan minyak Brent turun lebih dari 3% dan menetap di US$100,34 per barel.
Imbal hasil Treasury Amerika Serikat juga turun, dengan yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun melemah lebih dari 4 basis poin menjadi 4,951%. Sebelumnya, yield Treasury telah bergerak naik di tengah tekanan dari peningkatan utang, tingginya harga minyak dan inflasi yang masih persisten, bahkan sebelum Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pekan lalu.
Pelaku pasar selanjutnya mencermati pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington DC pada pekan ini. Sejumlah isu yang diperkirakan menjadi pembahasan utama antara lain kecerdasan buatan, perang Iran, tarif perdagangan serta mineral tanah jarang atau rare earth metals.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga telah menggelar pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng sebelum kunjungan Xi Jinping ke Amerika Serikat. Perkembangan hubungan AS-China menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi perdagangan global, rantai pasok teknologi dan komoditas strategis.
Dari agenda ekonomi, investor akan mencermati survei manufaktur Federal Reserve Bank of Richmond pada Selasa. Pasar juga akan memperhatikan pidato Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams dan Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Tom Barkin.
Sementara dari sisi korporasi, AutoZone dijadwalkan merilis laporan keuangan pada pagi hari waktu setempat. Setelah penutupan perdagangan, KB Home juga dijadwalkan menyampaikan laporan kinerjanya.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]