ULTJ Beli Frisian Flag Rp14,6 T, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) berencana mengakuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai Rp14,57 triliun. Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui skema penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng, yang dibarengi dengan penerbitan saham baru ULTJ.
Berdasarkan keterbukaan informasi ULTJ yang diterbitkan pada Jumat (18/9/2026), nilai rencana inbreng mencapai Rp14,57 triliun. Transaksi tersebut merupakan bagian dari rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue ULTJ.
Dalam aksi tersebut, ULTJ berencana menerbitkan maksimal 7,88 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan HMETD sebesar Rp2.150 per saham.
Dari jumlah tersebut, ULTJ akan menerbitkan sekitar 6,78 miliar saham baru yang diperlukan untuk pelaksanaan inbreng kepada para pemegang saham FFI. Saham tersebut menjadi bagian dari pembayaran atas pengambilalihan 24.440 saham FFI atau setara dengan 100% kepemilikan perusahaan produsen susu tersebut.
Saat ini, FFI dimiliki oleh FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) sebesar 78,09%, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG) sebesar 16,91%, dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI) sebesar 5%.
Melalui transaksi ini, FCIH akan menjadi pengendali baru ULTJ setelah penyelesaian rencana inbreng. Sebagai konsekuensinya, FCIH juga akan diwajibkan melakukan penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) atas saham ULTJ yang dimiliki pemegang saham publik sesuai ketentuan pasar modal.
Berdasarkan skenario apabila hanya FCIH, BWG, dan BWI yang melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya, FCIH akan memiliki sekitar 30,81% saham ULTJ setelah PMHMETD IV. BWG akan menguasai 6,67%, sedangkan BWI sebesar 1,97%.
Di sisi lain, kepemilikan Sabana Prawirawidjaja sebagai pemegang saham pengendali ULTJ akan terdilusi dari sebelumnya 53,17% menjadi 32,19% dalam skenario tersebut.
Sementara itu, apabila seluruh pemegang saham ULTJ, termasuk pemegang saham publik, melaksanakan HMETD yang menjadi haknya, kepemilikan FCIH tercatat sekitar 28,95%, BWG 6,27%, dan BWI 1,85%.
Bagi pemegang saham ULTJ yang tidak melaksanakan HMETD, keterbukaan informasi perseroan menyebutkan potensi dilusi maksimum mencapai 43,11%. Namun, tidak dilaksanakannya HMETD oleh pemegang saham publik tidak akan menghambat pengambilalihan FFI karena transaksi dilakukan melalui inbreng saham FFI oleh FCIH, BWG, dan BWI.
"Perseroan bermaksud untuk melakukan PMHMETD IV, di mana penggunaan dana atas Rencana PMHMETD IV akan digunakan antara lain untuk pengambilalihan seluruh saham FFI dari Pemegang Saham FFI melalui mekanisme penyetoran 100,00% saham FFI oleh Pemegang Saham FFI ke dalam Perseroan sebagai setoran modal ke dalam Perseroan dalam bentuk lain selain uang (inbreng)," tulis manajemen ULTJ dalam keterbukaan informasi, Jumat (18/9/2026).
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]