MARKET DATA

Soal BUMN, Presiden Prabowo Bikin Kaget Asing

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
18 September 2026 14:46
Presiden Prabowo Subianto dalam dialog bersama jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)
Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam dialog bersama jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan program streamlining yang dilakukan oleh BP BUMN dan BPI Danantara dikagumi oleh asing. Pengurangan ratusan perusahaan pelat merah mendapatkan apresiasi positif karena dinilai berani melakukan langkah besar.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).

"Ini pun asing kaget, kok ada pemimpin Indonesia yang berani tutup ratusan BUMN? Sedikit yang berani," ungkapnya.

Prabowo mengungkapkan, di bawah kepemimpinan Danantara, akan mengubah perspektif perusahaan BUMN yang tadinya sebagai beban negara menjadi perusahaan yang kuat dan menguntungkan.

"Kita bayangkan, hari ini sudah 328 ditutup, dan nanti Desember minimal 750 targetnya. Efisiensi ya, hanya yang kuat dan menguntungkan," sebutnya.

Meskipun demikian, Prabowo menegaskan, meskipun mengurangi jumlah perusahaan dalam jumlah yang besar, tidak akan merugikan para karyawan yang telah berkontribusi menjaga keberlangsungan bisnis.

"Karena kita juga fair, karyawan bagus kita pindahin, ada opsi pensiun dini, jadi gak ribut," ucapnya.

Prabowo menyebut, bobroknya perusahaan BUMN juga disebabkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab saat diberikan amanat. Bahkan, seringnya dilakukan oleh pucuk-pucuk pimpinan atau manajemen perusahaan.

"Direksinya kadang-kadang lebih lihai dari penguasa. Jadi dilema, siapa yang menyandera siapa. Makanya saya bilang ke Danantara, Kamu kalau sebanyak mungkin BUMN kau bisa tutup yang enggak beres, kamu pahlawan negara," ungkapnya.


Prabowo mencontohkan, proyek konstruksi yang seharusnya dikerjakan dengan hasil kualitas yang bagus dan tepat waktu, kerap kali dilakukan dengan tidak profesional.

"Sekarang gini, kalau saya punya anggaran, katakanlah kita kasih bangun gedung atau jembatan, kalo sama swasta kan dia lebih teliti, dikejar waktu dikejar biaya, tapi sama perusahaan BUMN, dia belanjanya dipikir ah ini kan negara, dia nyolong dia mark-up," jelasnya.

"Kecenderungannya juga BUMN itu maaf aja saya bicara apa adanya, jadi sumber dana untuk penguasa," lanjutnya.

Di sisi lain, Prabowo juga ingin perusahaan BUMN berbagi peran dengan perusahaan swasta dalam mendukung perekonomian nasional. "Sekarang begini, pemerintah ini ternyata punya lebih dari 130 hotel loh, kenapa hotel kan biar aja swasta yang di bidang itu," ucapnya.



Selain itu, Prabowo juga meminta agar BUMN bekerja sama dengan swasta untuk pekerjaan yang belum mampu dijalankan karena kondisi keuangan yang tidak memadai.

Bahkan, Prabowo akan melakukan penelusuran investasi ada direksi-direksi lama hingga 30 tahun ke belakang karena telah merugikan negara. "Kita mau bikin pengadilan, memproses untuk investigasi direksi 30 tahun ke belakang. Baik itu benar rencananya. Pertanggungjawaban karena kamu bikin rugi negara dan jumlahnya bukan sedikit," tegasnya.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Live Now! Bos Danantara Ungkap Progres Pembenahan BUMN Karya & Farmasi


Most Popular
Features