MARKET DATA

Asing Serbu RI Rp141 Triliun, Purbaya Ungkap Alasannya!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
14 September 2026 13:30
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi pemaparan saat  Konferensi pers terkait RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Aula Cakti Buddhi Bakti, kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kepercayaan global terhadap kondisi ekonomi Indonesia masih sangat terjaga.

Purbaya mengatakan hal itu tercermin dari rating lembaga pemeringkat global yang baik, diantaranya dari S&P Global dengan rating BBB outlook stabil dan dari Lianhe Ratings Global dengan AAA outlook stabil

"Solidnya kinerja perekonomian domestik berimplikasi pada terjaganya kepercayaan dunia,"ujarnya saat rapat kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPD, Senin (14/9/2026).

Pada 11 September 2026, aliran modal masuk (capital inflow) mencapai Rp141,6 triliun.

Dirinya juga mengatakan bahwa di tengah gejolak global yang terjadi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu menjadi penyerap risiko, agen pembangunan dan menjaga keberlanjutan fiskal.

Purbaya juga menjelaskan bahwa defisit APBN, yang sempat menjadi sorotan pun masih berada di kondisi yang terkendali.

"Demikian juga kinerja APBN akhir juli 2026 pendapatan tumbuh 21,3p belanja negara tumbuh kuat dengan defisit 0,91 dari PDB, di akhir Agustus juga masih sama di 0,9 sekian dari PDB," ujarnya.

Ekonomi Indonesia pada semester I-2026 masih mampu tumbuh 5,45%, inflasi Agustus 3,19% yoy, neraca perdagangan Januari-Juli surplus US$3,7 miliar dan cadangan devisa US$146,5 miliar per Agustus

(ras/mij) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Panda Bond Bikin RI Gak Bergantung Lagi ke Dolar AS


Most Popular
Features