MARKET DATA

Rekomendasi Saham Hari Ini: BRMS, ANTM, hingga IRSX

CNBC Indonesia
14 September 2026 08:56
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Rekomendasi Saham Hari Ini: BRMS, ANTM, hingga IRSX
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,73% ke level 6.541,38 pada perdagangan Jumat (11/9/2026). 

Sejumlah saham menjadi penggerak utama indeks, dengan SRAJ melonjak 20,00%, CASA naik 10,83%, dan AMMN menguat 1,04%. Di sisi lain, tekanan datang dari BYAN yang turun 5,73%, BBCA melemah 1,56%, serta BBRI terkoreksi 1,51%.

Aktivitas investor asing masih mencatatkan tekanan jual. Asing membukukan net sell sebesar Rp732,81 miliar di pasar reguler dan net sell Rp690,19 miliar jika mencakup seluruh pasar. 

Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor saham berakhir di zona merah. Sektor Consumer Non-Cyclicals mencatat penurunan terdalam sebesar 1,25%, sedangkan sektor Healthcare menjadi satu-satunya sektor yang menguat signifikan, yakni 3,91%.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones naik 0,98% ke level 52.573, S&P 500 menguat 0,86% ke 7.656, dan Nasdaq naik 0,96% ke level 26.333. Di pasar offshore, ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing mengalami koreksi sebesar 2,13% dan 1,29%.

Pergerakan saham pertambangan emas juga belum memperoleh tambahan katalis dari hasil rebalancing ETF emas global. AMMN belum masuk ke GDXJ, sementara EMAS juga belum masuk GDX. AMMN, BRMS, serta sejumlah emiten emas Indonesia lainnya tidak mengalami perubahan dalam komposisi indeks terbaru. Sementara itu, indeks offshore ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing terkoreksi 0,78% dan 1,09%.

Dari sisi aksi korporasi, ada PT Timah Tbk (TINS) yang terus memperluas pasar ekspor, terutama ke India. Kontribusi India terhadap penjualan perseroan meningkat dari sekitar 5% menjadi 12%. Selain India, TINS juga menyasar pasar Vietnam, Filipina, dan Inggris, serta menyiapkan rencana ekspansi ke kawasan Timur Tengah mulai 2027.

Sementara dari sisi operasional, perseroan menambah empat kapal produksi sekaligus memperkuat pengamanan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target produksi 30.000 ton timah dan penjualan sebesar 29.000 ton pada 2026.

TINS juga telah mengajukan revisi RKAP 2026 dengan target keuangan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Adapun pada 2027, perseroan akan memfokuskan strategi pada eksplorasi cadangan baru, pengembangan timah primer, serta pengembangan logam tanah jarang.

Sementara itu, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) turut memperluas diversifikasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan pada sektor minyak dan gas. Perseroan meningkatkan eksposur pada bisnis geothermal dan energi baru terbarukan (EBT), yang saat ini menyumbang sekitar 5% dari portofolio dan ditargetkan meningkat menjadi 7–8% pada 2027.

Selain geothermal dan EBT, RUIS juga memperluas portofolionya ke sektor petrokimia, power & electricity, serta sejumlah industri pendukung lainnya. Salah satunya melalui proyek solar PV dengan total kapasitas instalasi yang ditargetkan mencapai 13 MW hingga 2026.

Dari sisi kontrak, RUIS mencatatkan 305 proyek baru sepanjang semester I 2026 dengan nilai sekitar Rp1,28 triliun. Sementara itu, nilai kontrak aktif perseroan telah mencapai lebih dari Rp5 triliun.

Selanjutnya, ada PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) yang tengah berencana melakukan rights issue atau PMHMETD I dengan rasio 100:15. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285,73 juta saham baru, setara 13,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD I.

Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp8.880 per saham. Dengan demikian, MGLV berpotensi menghimpun dana hingga Rp2,54 triliun dari aksi korporasi tersebut.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan ekspansi. Sekitar Rp1 triliun akan dialokasikan sebagai setoran modal kepada PT Nextier GenAi Center untuk pembangunan fasilitas data center di Kawasan Industri Terpadu Batang.

Selanjutnya, Rp600 miliar akan disetorkan kepada PT Nextier Askara Center untuk pengembangan fasilitas data center di Jababeka, Cikarang. Sebesar Rp668,61 miliar akan digunakan untuk mengambil alih piutang PT Nextier Datamate Center (NDC) kepada kedua entitas anak tersebut. Sisa dana rights issue akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan.

Dalam aksi korporasi tersebut, pemegang saham utama NDC yang memiliki 65,10% saham menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya sebanyak 186 juta HMETD dengan nilai sekitar Rp1,65 triliun. Sementara itu, pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi maksimal sebesar 13,04%.

Adapun periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 5–18 November 2026. Cum-right di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 30 Oktober, sedangkan recording date ditetapkan pada 3 November.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas

  • BRMS - Buy 660-670 | TP 685-700 | SL 625

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • ANTM - Buy 3240-3260 | TP 3300-3360 | SL 3070

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • KIJA - Buy 193-196 | TP 200-204 | SL 183

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • ELIT - Buy 284-288 | TP 294-304 | SL 272

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • IRSX - Buy 410-414 | TP 418-428 | SL 388

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 
(ayh/ayh)
Next Article Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Most Popular
Features