MARKET DATA

Warga 17 Tahun RI Dapat Rekening Plus Saldo Rp50 Ribu, Dana dari APBN

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
09 September 2026 17:18
Menteri Keuangan, (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/9/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan, (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/9/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, sumber dana pembuatan rekening plus saldo Rp 50 ribu bagi tiap warga Indonesia yang berusia 17 tahun akan berasal dari APBN.

Menurut Purbaya, fiskal pemerintah memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan program yang mendukung inklusi keuangan itu.

"Rp 50 ribu dikali sekian orang, saya pikir enggak banyak-banyak amat loh, kalau saya lihat ya," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Purbaya mengatakan, dana yang bersumber dari APBN itu akan disiapkan dari pos anggaran cadangan belanja.

"Kan kita ada cadangan belanja juga. Cadangan belanja kita ada, selalu ada, dan saya lihat masih masuk," tegas mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu.

Sebagaimana diketahui, pemerintah tengah menyiapkan program pembukaan rekening bank otomatis bagi warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Rekening tersebut akan terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan disiapkan sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar setiap warga negara memiliki akses terhadap layanan perbankan.

"Begitu mereka usianya 17 tahun langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran," kata Airlangga dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Selasa (8/9/2026).

Dalam tahap awal, pemerintah menyiapkan dua bank pelat merah sebagai penyedia rekening, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Menariknya, setiap rekening yang dibuka secara otomatis tersebut akan langsung memperoleh saldo awal dari pemerintah sebesar Rp50 ribu. Dana tersebut dipastikan tidak boleh terpotong biaya administrasi maupun biaya lainnya.

Menurut Airlangga, pemerintah akan menyiapkan aturan khusus bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar saldo awal tersebut tetap utuh di rekening penerima.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Ingin Warga RI Punya Rekening, BRI & BSI Ditugaskan


Most Popular
Features