Laba Sudah Terbang 445%, SMGR Buka-bukaan Strategi Tahun Ini
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) optimistis kinerja bisnis semen tahun 2026 terus meningkat. Salah satu strategi yang dilakukan dengan membidik prospek dari proyek pemerintah, seperti 3 juta rumah hingga Sekolah Rakyat.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan pihaknya optimistis bahwa industri semen akan memiliki prospek yang positif di akhir 2026. Hal ini didukung oleh program-program pemerintah yang menjadi penggerak untuk permintaan semen.
"Seperti yang sudah berjalan adalah program 3 juta rumah, kemudian pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, kemudian juga sudah berjalan Sekolah Rakyat, dan pembangunan infrastruktur nasional dan daerah, serta di tahun ini juga akan segera dimulai pembangunan Giant Sea Wall," tutur Indra dalam Public Expose (Pubex) Live, Selasa, (8/9/2026).
Selain proyek pemerintahan, pertumbuhan kinerja juga didukung juga oleh investasi industri dan hilirisasi, serta pembangunan oleh sektor swasta yang meliputi high-rise residential, commercial area, dan data center.
Selain itu, SIG juga tengah melakukan penataan bisnis untuk mendapatkan profil revenue yang lebih sehat. Hal ini dilakukan dengan penguatan sumber daya struktur dan tata kelola, melalui merger anak usaha.
"Itu kenapa di tahun ini juga kita melakukan streamlining dan restrukturisasi anak-anak usaha. Kita melakukan penataan, kita melakukan beberapa konsolidasi merger di level anak-anak usaha agar supaya terjadi optimalisasi untuk mendukung pengembangan penetrasi bisnis kita di industri bahan bangunan," kata dia.
Sebagai bagian dari penguatan pasar, SIG kembali membangkitkan "Semen Kujang" yang merupakan merek semen pertama di Jawa Barat. Semen Kujang juga menjalin kerjasama strategis sebagai Official Cement Partner klub PERSIB Bandung untuk menjangkau basis pasar retail Jawa Barat.
Sebagaimana diketahui, pada semester I tahun 2026, SIG mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 445,9% yoy menjadi Rp207 miliar. Di sisi lain, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 471,0% yoy menjadi Rp228 miliar.
Hal ini didukung oleh total volume penjualan sebanyak 18,28 juta ton, naik 5,6% yoy, utamanya didukung penguatan pasar domestik dengan volume penjualan mencapai 14,18 juta ton atau tumbuh 9,7% yoy.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]