Telkom Pangkas Anak Usaha dari 68 Jadi 18, Ini Dampaknya ke Kinerja
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) buka suara terkait kinerja perusahaan setelah dilakukan pemangkasan atau efisiensi anak usaha yang menjadi program streamlining berdasarkan arahan dari BP BUMN dan BPI Danantara.
Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan dengan struktur Telkom Group yang lebih sederhana, pihaknya dapat mengurangi potensi tumpang tindih bisnis maupun operasional, menyederhanakan proses, dan mengalokasikan sumber daya serta kapital secara lebih fokus ke dalam bisnis inti.
"Kami memfokuskan hal-hal tersebut ke bisnis yang memiliki nilai strategis dan prospek pertumbuhan yang lebih besar di masa mendatang," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (7/9/2026).
Dian mengungkapkan, selain pemangkasan anak usaha, TLKM juga memperkuat alokasi modal, di mana pada periode pertama atau paruh pertama tahun 2026, lebih dari 94% belanja modal dialokasikan untuk bisnis inti B2C dan juga B2B infrastruktur.
"Sehingga selain dari penanganan portofolio, kami juga memastikan kapital terus diarahkan ke area yang menjadi sumber pertumbuhan utama perseroan," sebutnya.
Dian menekankan, program streamlining ini masih berjalan, sehingga dampaknya terhadap kinerja akan terbentuk secara bertahap. Manajemen optimistis inisiatif ini akan mendukung margin yang lebih sehat, profitabilitas yang lebih kuat, serta penciptaan long-term shareholder value ke depan.
Sebagai informasi, Telkom menargetkan pengurangan jumlah anak perusahaan yang ditargetkan berkurang dari 68 menjadi 18 entitas.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria telah menggelar pertemuan bersama Direktur Utama Telkom Indonesia untuk membahas perkembangan proses streamlining dan transformasi Telkom.
"Transformasi diarahkan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan Telkom berfokus pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, sinergi grup, dan penciptaan nilai," mengutip sosial media Instagram BUMN.Id, Kamis (20/8/2026).
Ke depan, aktivitas operasional akan dijalankan oleh entitas bisnis atau Operating Company (OpCo) yang lebih fokus sesuai bidangnya.
Langkah ini diharapkan membuat struktur Telkom lebih ramping, meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio, memperkuat sinergi antar-entitas, serta mengoptimalkan kontribusi Telkom dalam ekosistem Danantara dan perekonomian nasional.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]